3 Metode Analisa Risiko Yang Sering Digunakan Pada HIRA / IBPR

HIRA / IBPR, Metode analisa dalam IBPR, Analisa yang digunakan dalam Identifikasi Bahaya, Cara menganalisa risiko, Metode Kuantitatif Kualitatif dan Semi Kuantitatif
Manajemen Risiko Perusahaan – Proses manajemen risiko memerlukan analisa terhadap risiko-risako yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas atau pekerjaan, analisa ini bertujuan untuk menentukan seberapa besar nilai risiko yang mungkin bisa terjadi.
Metode analisa risiko yang dilakukan dalam menajemen risiko sangat tergantung dari ketersediaan data, sumber informasi, dan tujuan analisa risiko yang dilakukan. Metode yang digunakan dapat berupa analisa Kualitatif, Semi-Kuantitatif, dan Kuantitaif, atau bahkan bisa kombinasi antar ketiga metode tersebut.
Analisa Kualitatif (Qualitative Analysis)
Analisa Kualitatif merupakan analisa yang dilakukan dengan menggunakan skala deskriptif atau kata-kata untuk menggambarkan besarnya risiko yang dapat terjadi. Skala yang digunakan pada analisa risiko secara kualitatif dapat disesuaikan dengan keadaan yang ada pada perusahaan.
Deskripsi masing-masing risiko harus jelas dan tentunya memerlukan kesepakatan dengan semua pemangku kepentingan agar tidak terjadi perbedaan persepsi yang signifikan.
Penggunaan analisa kualitatif meliputi beberapa hal berikut:
  1. Sebagai kegiatan awal untuk mengidentifikasi risiko yang membutuhkan analisa lebih detail.
  2. Ketika nilai risiko yang ada tidak menjelaskan tentang rentang waktu dan usaha yang diperlukan untuk analisa yang lebih lengkap.
  3. Dilakukan apabila kelengkapan data tidak memadai untuk melakukan analisa kuantitatif.

Analisa Semi-Kuantitatif (Semi-Quantitative Analysis)

Di dalam analisa semi-kuantitatif, skala-skala deskripsi yang digunakan dalam analisa kualitatif diberi nilai, namun nilai-nilai yang diberikan tidak mesti menggambarkan besarnya kemungkinan dan konsekuensi yang sesungguhnya. Nilai-nilai ini untuk memberikan acuan prioritas dari deskripsi yang digunakan dalam analisa kualitatif.

Karena pemberian nilai pada analisa semi-kuantitatif ini belum tentu menggambarkan risiko yang sebenarnya, maka perlu adanya perhatian khusus agar hasil analisa lebih valid dan konsisten. Ketepatan hasil analisa pada Analisa semi-kuantitatif ini sangat tergantung pada pengalaman orang yang melakukan analisa.

Sebagian praktisi akan mempertimbangkan menggunakan Frekuensi dan Probabiliti untuk menggantikan Likelihood, Kemungkinan (likelihood) didapat dari kombinasi kedua elemen tersebut (Frequensi dan Probability).

Frekuensi paparan menggambarkan sejauh mana sumber risiko itu ada, sedangkan probability menjelaskan tentang kemungkinan terjadinya kontak dengan risiko. Oleh karena itu sering dikenal dengan Risk Assesment 2 dimensi dan 3 dimensi. Risk Assesment 2 dimensi adalah Likelihood x Consequency dan Risk Assesment 3 Dimensi Frequency x Probability x Severity.

Analisa Kuantitatif (Quantitative Analysis)

Pada analisa kuantitatif sudah menggunakan data numerik, bukan lagi menggunakan deskripsi seperti pada analisa Kualitatif dan Semi Kuantitatif. Oleh karena itu kualitas analisa sangat tergantung dari kelengkapan dan keakuratan data yang tersedia.

Konsekuensi dapat dihitung dengan menggunakan metode modeling hasil dari kejadian atau kumpulan kejadian atau dengan mempekirakan kemungkinan dari studi eksperimen atau data sekunder/ data terdahulu.

Probabilitas biasanya dihitung sebagai salah satu atau keduanya (exposure dan probability). Kedua variabel ini (probabilitas dan konsekuensi) kemudian digabung untuk menetapkan tingkat risiko yang ada. Tingkat risiko ini akan berbeda-beda menurut jenis risiko yang ada.

loading...
About Darmawan Saputra
Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*