Fatigue (kelelahan)

Fatigue adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi kelelahan pada seseorang yang ditandai dengan gejala mengantuk, lelah, lemas, jenuh, dan lain-lain. Keadaan fatigue mencakup aspek fisiologis dan aspek psikologis.

Fatigue sangat berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan terutama pada pengendara atau pekerja yang mengoperasikan unit. Beberapa akibat yang dapat ditimbulkan karena fatigue pada pengendara adalah sebagai berikut : Menurunnya daya konsentrasi, timbulnya rasa kantuk, lambat bereaksi, kelelahan pada mata, kejenuhan, lelah, menurunkan perhatian, tertidur sesaat, keluar dari jalur/jalan.

Fatigue/kelelahan disebabkan karena kurang istirahat atau kurang tidur, selain itu penyebab lain yang berkaitan dengan fatigue diantaranya:
  1. Kapan waktu pekerjaan dilakukan (siang atau malam)
  2. Lamanya waktu yang dihabiskan dalam pekerjaan
  3. Jenis dan lamanya pekerjaan dan lingkungan dimana pekerjaan itu dilakukan
  4. Jumlah dan kualitas istirahat sebelum dan sesudah pekerjaan
  5. Aktivitas diluar jam kerja, seperti keluarga atau pekerjaan lain diluar jam kerja
  6. Faktor individu, seperti sulit tidur
Kurang tidur yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan utang tidur atau kurang tidur yang akut (fatigue akut)

Fatigue yang akut sering disebabkan karena kurang tidur yang berkepanjangan, sebagai contoh karena adanya long shift atau bekerja pada shift malam tanpa istirahat siang yang cukup yang terjadi secara terus menerus. Gangguan tidur terus-menerus seperti itu dapat menyebabkan utang tidur dan kurang tidur yang akut. Membiarkan pekerja dalam kondisi seperti itu akan meningkatkan risiko baik bagi pekerja itu sendiri dan pekerja lainnya. ini dapat mengakibatkan:

  • Kelelahan otot yang sangat tidak nyaman
  • Kelelahan pada setiap aktivitas harian
  • Mengurangi kewaspadaan dan koordinasi/konsentrasi

Jika kekurangan tidur itu terus berlangsung, maka performen kerja akan semakin memburuk. Penyebab terjadinya fatigue dapat berasal dari faktor yang berkaitan dengan pekerjaan dan faktor diluar pekerjaan. 

a. Faktor yang berkaitan dengan pekerjaan
  1. Aspek tugas yang dikerjakan (seperti beban kerja yang semakin besar)
  2. Sistem roster (terlalu banyak shift malam, atau jadwal kerja yang cukup panjang)
  3. Pekerjaan yang tidak terencana, keadaan darurat, lembur
  4. Suasana lingkungan kerja (bising, temperatur ekstrim)

b. Faktor di luar pekerjaan

  1. Gangguan tidur karena ada keluarga yang sakit
  2. Kegiatan diluar jam kerja yang berat, seperti bekerja pada saat diluar jam kerja.
  3. Gangguan tidur
  4. Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
  5. Stress karena kesulitan finansial atau tanggung jawab keluarga

Mengapa fatigue atau kelelahan jadi masalah?
Fatigue atau kelelahan dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan dan kurangnya kewaspadaan. Ketika pekerja mengalami kelelahan akan lebih memungkinkan untuk kurang dalam menentukan (poor judgment), dan reaksinya akan lambat. Fatigue juga dapat menyebabkan masalah kesehatan  dalam jangka panjang, seperti: masalah pencernaan, stress, penyakit jantung, penggunaan obat-obatan berbahaya dan alkohol, dan penyakit mental.

Sumber : fatigue management plan (NSW)

    Sumber : www.darmawansaputra.com

    About Darmawan Saputra

    Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).
    View all posts by Darmawan Saputra →

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *