Identifikasi Risiko Dalam Proses Manajemen Risiko

Manajemen Risiko Perusahaan – Di dalam proses manajemen risiko, pada tahapan inilah akan dilakukan identifikasi terhadap risiko yang dapat muncul dalam suatu pekerjaan atau aktivitas yang akan dikelola. Risiko yang diindentifikasi mencakup faktor internal maupun faktor eksternal, semua hal tersebut menjadi pertimbangan dalam melakukan manajemen risiko. Faktor internal merupakan risiko yang memang timbuk dari aktivitas atau pekerjaan yang dikerjakan, seperti kecelakaan, longsor, dan lain sebagainya. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor lain diluar pekerjaan yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas atau pekerjaan, misalkan demo masyarakat, aktivitas lain selain karyawan yang bersinggungan dengan pekerjaan, dan lain sebagainya.
HIRA / IBPR, Manajemen Risiko, Proses identifikasi Risiko, cara melakukan identifikasi risiko, Bagaimana melakukan manajemen risiko, Safety,
Apa Tujuan dari Identifikasi Risiko
Tujuan dari identifikasi risiko adalah untuk menyusun daftar risiko secara mendalam dari hal-hal yang dapat berdampak pada aktivitas pekerjaan. Dari hasil identifikasi risiko ini akan diperoleh gambaran awal permasalahan yang kemungkinan akan dihadapi. 
Pelajari Bagaimana dan Mengapa Risiko Terjadi
Setelah semua risiko dianggap sudah teridentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah membuat skenario bagaimana suatu risiko tersebut terjadi, apa kensekuensi yang akan diterima, dan seberapa parah jika risiko tersebut terjadi. Pada tahapan ini diharapkan jangan sampai ada penyebab-penyebab yang signifikan terlewatkan.
Tools Apa Yang Digunakan
Banyak sekali metode yang dapat digunakan dalam melakukan identifikasi risiko, namun pendekatan yang biasa digunakan diantaranya Checklist, Daftar kecelakaan, Pencataan dan pengalaman, Flowchart, Brainstorming, analisa sistem, analisa skenario, dan sistem engineering.
Tahapan proses identifikasi risiko suatu pekerjaan merupakan usaha yang harus terus dilakukan, mengingat bahwa adanya kemungkinan risiko-risiko baru akan muncul selama pekerjaan dilakukan, atau adanya risiko yang mungkin belum teridentifikasi dan baru terlihat ketika pekerjaan sedang berjalan.Pada tahapan identifikasi risiko ini diharapkan melibatkan semua bagian yang memiliki kepentingan dan berpengalaman, sehingga risiko-risiko yang diidentifikasi akan lebih lengkap.

Referensi
AS/NZS 4360:1999 Risk Management

Sumber : www.darmawansaputra.com

About Darmawan Saputra

Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).
View all posts by Darmawan Saputra →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *