Keselamatan Pekerja Sementara (Temporary Workers) Yang Kadang Terlupakan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja – Tidak mengherankan jika kita mendengar atau melihat kenyataan bahwa pekerja sementara lebih sering mengalami kecelakaan dari pada pekerja tetap, hal ini dikarenakan pekerja sementara sering terlupakan dalam pemberian sentuhan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja. Pekerjaan yang sifatnya projek sementara biasanya akan diberikan kepada pihak ketiga untuk melakukannya, hal ini akan menarik pekerja-pekerja sementara ke dalam lingkungan perusahaan. Biasanya pekerja ini diambil dari berbagai macam latar belakang pekerjaan dan pendidikan, tentu ini akan meningkatkan risiko dalam pekerjaan jika tidak dilakukan pengelolaan secara serius oleh pemberi kerja.

Pengetahuan tentang K3 dari pekerja sementara tersebut sudah bisa kita bayangkan, pemberi pekerjaan sangat berpotensi hanya mengejar siapa yang ingin bekerja tanpa memperhatikan bagaimana pengetahuan pekerja bisa terpenuhi dengan waktu projek yang sangat terbatas. hasilnya, pemberian pemahaman terkait keselamatan dan kesehatan kerja hanya diberikan untuk menggugurkan kewajiban yang dipersyaratkan oleh perusahaan pemilik projek.

Keselamatan dan kesehatan kerja, pekerja outsourcing, pekerja sementara

Pekerja sementara tentu tidak bisa dihindarkan, dengan meningkatnya pekerja sementara di banyak organisasi, semakin penting bagi pengusaha untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil dengan tenaga kerja sementara tersebut. Mari kita lihat lebih dekat

Siapa yang Bertanggung Jawab Terhadap Keselamatan Temporary Workers tersebut ?

Pertanyaan ini sering sekali muncul di lapangan, saling tarik ulur mengenai siapa yang harus memberikan pengetahuan dan mengontrol aspek K3 pekerja sementara di tempat kerja.

Jika dilihat dari keperntingan, tentu kedua organisasi (pemilik project dan pemberi pekerjaan) sama-sama memiliki kepentingan terhadap pekerja sementara tersebut. Jika dilihat dari produktifitas pekerjaan, jika terjadi kecelakaan terhadap pekerja sementara akan sangat berdampak pada kedua belah pihak yaitu terhambatnya penyelesaian projek. Sedangkan dari sisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, kecelakaan akan menjadikan citra organisasi  dan kinerja K3 juga akan menjadi buruk.

Walaupun menjadi kepentingan bersama, apakah ini akan berjalan mulus di lapangan ? tidak ada saling mengharapkan antar kedua pihak ? tentu potensinya akan sangat tinggi bagi kedua pihak untuk saling lepas tangan terkait pengelolaan K3 pekerja sementara. Oleh karena itu, Untuk mulai mengklarifikasi siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan, pastikan kontrak antara kedua perusahaan jelas dan tidak ada hal yang ambiguitas. Perincikan bagaimana Anda menjelaskan siapa yang akan bertanggung jawab atas apa. Memastikan hal ini sejak awal tidak hanya dapat mengurangi kesalahpahaman, tetapi dapat membantu mengidentifikasi batasan dalam program pencegahan cedera terhadap pekerja sementara.

Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Temporary Workers

Membuat kesepakatan dalam kontrak menjadi langkah awal dalam memastikan pengelolaan K3 pada pekerja sementara, namun hal ini tentu belum bisa menjamin bahwa pekerja sementara akan mendapatkan perhatian yang baik dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pengawasan K3. Komunikasi kedua organisasi harus terjalin dengan lancar, misalnya mengenai pemberian induksi atau pelatihan singkat mengenai karakteristik area kerja atau standar-standar K3 yang berlaku di area kerja pemilik projek.

Informasi mengenai bahaya-bahaya yang ada di area kerja dan memastikan pekerja sementara mengetahui dengan baik tentang pekerjaan yang diberikan kepadanya (termasuk bahaya dan pengendaliannya).

Berikut hal minimal yang perlu dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja sementara:

Pemberi kerja 

  1. Berkomunikasi dengan jelas untuk menetapkan harapan dan untuk mengklarifikasi tugas-tugas keselamatan dalam kontrak dengan pemilik projek
  2. Komunikasi dengan pekerja sementara dan pemilik projek selama masa kerja untuk memastikan keselamatan ditegakkan
  3. Pastikan dan verifikasi bahwa Anda mengirim semua pekerja ke lingkungan yang aman
  4. Dapatkan pengetahuan tentang bahaya apa yang mungkin ditemui di tempat kerja, dan bagaimana standar yang berlaku di lokasi kerja.
  5. Pelaksanaan pelatihan umum (induksi) mengenai pengenalan lokasi kerja, bahaya umum, dan lain sebagainya.
  6. Komunikasi yang cepat kepada pemilik projek  jika ada insiden atau cedera terjadi.

Pemilik projek

  1. Berkomunikasi dengan jelas untuk menetapkan harapan dan untuk mengklarifikasi tugas-tugas keselamatan dalam kontrak dengan perusahaan kontraktor
  2. Dapatkan umpan balik untuk memastikan karyawan staf memahami harapan dan tuntutan lain terkait pekerjaan yang diberikan.
  3. Melakukan inspeksi dan berkomunikasi dengan pekerja sementara dan kontraktor selama bekerja untuk memastikan keselamatan ditegakkan.
  4. Pelatihan khusus lokasi dan tugas khusus — yang harus melampaui pelatihan umum terkait peraturan yang berlaku dan karakteristik tempat kerja.
  5. Observasi dan inspeksi berkala untuk memastikan mereka diperlengkapi untuk melakukan pekerjaan

Referensi :

  1. https://www.osha.gov/temp_workers/index.html
  2. https://ireportsource.com/7-tips-to-manage-temporary-worker-safety-health/

About Darmawan Saputra

Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).
View all posts by Darmawan Saputra →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *