Konsekuensi Parah Namun Jarang atau Konsekuensi Ringan Tapi Sering, Mana Yang Anda Pilih ?

Pengelolaan risiko keselamatan dan kesehatan kerja, Manajemen risiko keselamatan kerja, Identifikasi bahaya dan penilaian risiko, pengendalian risiko k3

Manajemen risiko – melakukan pengelolaan terhadap risiko memang memberikan tantangan tersendiri bagi kita semua. Bagaimana tidak, kita diminta untuk membayangkan bagaimana konsekuensi yang akan diterima oleh pekerja atas pengendalian yang kurang maksimal pada bahaya yang diidentifikasi.

Aktivitas ini memang terkesan menghayal karena membayangkan hal yang belum terjadi, namun proses pembuatan manajemen risiko tidak bisa disebut berhayal karena dalam pembuatan memerlukan keterampilan dari berbagai pengalaman.

Dalam penyusunan manajemen risiko dapat dilakukan dengan beberapa metode analisis yaitu Kualitatif, semi-kuantitatif dan kuantitatif. Apapun metode analisis yang digunakan tentu didasari oleh beberpa hal seperti ketersediaan data.

Baca juga : 3 Metode Analisa Risiko Yang Sering Digunakan Pada HIRA/IBPR

Pada saat melakukan Analisa risiko kita akan dipertemukan dengan matriks risiko, matriks risiko ini merupakan kombinasi antara konsekuensi dan kemungkinan. Matriks ini menunjukkan hubungan kedua variable yang mendukung besarnya nilai risiko.

Penggunaan matriks ini bertujuan untuk melihat tingkat prioritas pengendalian dari risiko yang teridentifikasi, semakin tinggi nilai risiko maka akan semakin cepat pengendalian itu diperlukan. Misal, diperoleh risiko dengan kombinasi konsekuensi “Parah” dengan kemungkinan terjadi “Sering”, maka risiko ini akan menjadi prioritas pertama untuk dilakukan pengendalian dibanding dengan risiko dengan konsekuensi “Ringan” dan tingkat kemungkinan “Jarang”.

Baca juga : Hirarki Pengendalian Risiko Yang Wajib Diketahui

Bagaimana Dengan Risiko Dengan Konsekuensi “Parah” Namun Jarang Terjadi dan Risiko Dengan Konsekuensi “Ringan” Tapi Sering Terjadi, Mana Yang Harus Anda Pilih ?

Kadang kita terlena dengan jenis risiko dengan kombinasi seperti ini, kenapa begitu ? karena bisa jadi kategori kedua risiko tersebut sama. Misal nilai risiko dengan konsekuensi parah dan jarang terjadi kan masuk kategori “Medium Risk”, dan risiko dengan konsekuensi ringan namun sering juga bisa masuk kategori “Medium risk” (note : tergantung matriks risiko masing-masing, oleh karena itu bisa jadi ini tidak sesuai dengan matriks risiko di tempat Anda bekerja).

Mana Yang Harus Dipilih ?

Tentu risiko dengan konsekuensi yang “Parah” terlebih dahulu walaupun kategori di matriks sama yaitu “medium”, karena walau jarang terjadi namun sekali terjadi akan parah. Baca artikel yang sudah kami tulis sebelumnya mengenai kemungkinan perusahaan tanpa sadar mentolerasi risiko fatal di bawah ini.

Baca Juga : Perusahaan Anda Mentolerir Risiko Fatal ? Mungkin Saja, Coba Pelajari

Namun, jangan juga mengenyampingkan risiko dengan konsekuensi “ringan” namun sering terjadi, karena kerugian akan terus terjadi dan terakumulasi. Sebaiknya tetap lakukan pengendalian walau risiko yang ada cukup kecil yaitu dengan melakukan monitoring dan pengukuran.

Demikian ulasan tentang manajemen risiko, inilah mengapa manajemen risiko merupakan salah satu pekerjaan yang cukup menantang, perlu kejelian dan pemahaman konsep yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *