Manusia atau Teknologi yang Menjadi Target Intervensi Untuk K3 ?

Keselmatan dan kesehatan kerja, teknologi dan keselamatan kerja, faktor manusia dalam keselamatan kerja
source/pixabay

Keselamatan dan Kesehatan Kerja – Sejak awal abad ke 20, misi pencapaian keselamatan dan kesehatan kerja tidak bisa dipisahkan dari tujuan untuk membuat dunia menjadi lebih indah, menciptakan tempat-tempat lebih ramah, bersih dan nyaman bagi manusia. Untuk mencapai tujuan itu, sebagian besar industri mulai mempertimbangkan faktor manusia karena memegang peranan penting dalam bagaimana K3 diciptakan, dijamin dan direkayasa atau bahkan dilupakan dan dilanggar. Selama abad 20 ini banyak sekali pergeseran mengenai faktor manusia, perubahan yang terasa adalah sebagai berikut:

Pada permulaan abad ke 20 masalah keselamatan kerja diatasi dengan mengendalikan manusia, faktor manusia dinilai menjadi faktor yang berkontribusi dalam mengakibatkan masalah. Berbagai macam perlakuan yang bertujuan untuk mengintervensi manusia dilakukan seperti melakukan seleksi, pengujian bakat, pelatihan, pengingat, sanksi dan penghargaan. Tugas dan teknologi dianggap sebagai fitur yang statis, sehingga manuasia harus diseleksi untuk bisa menyesuaikan dengan teknologi dan pekerjaan yang ada.

Sejak pertengahan abad ke 20 paradigma itu bergeser, yang semula melihat manusia sebagai penyebab masalah berubah menjadi manusia adalah penerima konsekuensi dari masalah yang ada. Masalah diciptakan dari proses awal dan diturunkan oleh alat, teknologi dan tugas yang didesain tidak benar. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja  ditujukan untuk memperbaiki sistem, untuk memperbaiki desain dan organisasi agar lebih baik. Teknologi tidak lagi dilihat sebagai hal yang tetap melainkan sebagai perangkat lunak yang bisa dibentuk untuk menyesuaikan dengan manusia (kekuatan dan kelemahan manusia).

Pergeseran pemahaman terkait faktor manusia ternyata diikuti juga dengan pergeseran teori psikologi, pada awalnya hasil riset tentang psikologi digunakan untuk menyesuaikan manusia dengan teknologi dan tugas dengan melakukan seleksi, sanksi dan penghargaan. Perubahan teori psikologi pada paruh kedua Abad 20 menjadikan riset psikologi sebagai pertimbangan untuk menyesuaikan teknologi dan tugas terhadap kekuatan dan keterbatasan manusia, memori manusia, persepsi, perhatian dan perilaku manusia.

Referensi :

Dekker, S (2015). Safety Differently Human Factors for a New Era Second Edition. CRC Press. London New York

About Darmawan Saputra

Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).
View all posts by Darmawan Saputra →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *