Materi Safety Talk – Cara Mengoperasikan Mobil Yang Aman

Cara Mengendarai Mobil Sarana (Light Vehicle) di TambangBanyak faktor penentu keselamatan berkendara. Di tengah lalu lintas di tambang yang seringkali semrawut, plus disiplin pengendara lain yang masih minim, mengambil sikap “bertahan/defensive” menjadi pilihan yang jauh lebih aman. Karena itulah kita musti menerapkan defensive driving. Sedikit berbeda dengan safety driving yang lebih mengarah ke kemampuan atau skill berkendara, defensive driving justru lebih mengarah ke pola sikap, mental serta perilaku kita.
Materi Safety Talk, Contoh bahan Safety Talk, Safety, Cara mengendarai kendaraan yang aman, cara mengoperasikan mobil yang benar, defensive driving di area tambang,

Bagaimanakah menerapkan defensive driving..? Berikut ini 10 pedoman yang harus kita camkan karena seringkali menimpa pengendara yang tidak menerapkannya. 
  1. Jangan pernah lengah. Berkendara memang harus rileks, tetapi harus selalu waspada. Monitor terus kendaraan dan objek-objek di sekitar Anda. Tidak hanya yang jauh di depan, pantau juga yang di belakang, kiri dan kanan melalui kaca-kaca spion.  
  2. Patuhi Rambu. Sesuaikan laju mobil Anda dengan informasi yang terpampang di tepi jalan. Dan hati-hati saat melintasi persimpangan. Perhatikan rambu-rambu yang ada, jika rambu stop harus berhenti sempurna, rambu give way harus memperlambat kecepatan kendaraan dan melihat dari semua sisi, jika ada unit lain maka beri kesempatan unit dari arah lain.  
  3. Jangan terpancing pengendara ugal-ugalan. Jika bertemu dengan pengendara ugal-ugalan, lebih baik mengalah. Biarkan mereka lewat lebih dulu, karena yang paling mengerikan adalah kita tidak tahu bagaimana kondisi si pengendara. Jangan-jangan, dia sedang emosi, atau bahkan sedang mabuk. 
  4. Jangan emosi. Seandainya pun ada yang nyalip, atau seseorang tiba-tiba membunyikan klakson berkali-kali, tetaplah tenang. Ada berjuta-juta alasan yang bisa Anda cari untuk tidak marah dan menghindari bahaya yang mengintai keselamatan Anda sendiri. 
  5. Jangan percaya pada pengendara lain. Meskipun pada dasarnya semua pengendara ingin selamat, sebaiknya jangan percaya bahwa mereka juga akan menjamin keselamatan kita. Tetaplah bersikap hati-hati.
  6.  Gunakan safety belt. Tak usah khawatir kemeja atau celana menjadi kusut akibat tertekan safety belt. Yang harus kita pikirkan, perangkat yang mungkin mengurangi kerapihan pakaian kita ini akan membuat kita selamat dan tetap hidup saat terjadi kecelakaan.
  7. Gunakan lampu sign untuk komunikasi pada sesama pengendara. Pastikan cahayanya terang. Jika akan berbelok, sama sekali tidak sulit untuk menyalakan lampu sign agar pengendara lain tahu Anda akan berbelok.  
  8. Komunikasi radio juga sangat penting saat akan menyalip unit lain. 
  9. Singkirkan benda-benda yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara. Kewaspadaan juga harus kita bangun dengan menciptaan lingkungan yang membantu konsentrasi berkendara. Bahkan, bila ada telpon masuk handphone saat Anda tengah mengemudi, tidak perlu diangkat dulu karena bisa mengganggu konsentrasi.
  10. Jangan minum minuman memabukkan. Karena kesadaran sangat penting, hindari minum-minuman memabukkan. Bahkan, jika minum obat yang menimbulkan kantuk, sebaiknya kita tidak berkendara.
  11. Lebih baik menunggu kendaraan lain lewat. Banyak pengendara menduga-duga unit lain masih jauh ketika mengarah ke posisi anda di persimpangan. Menunggu beberapa menit jauh lebih baik.
Demikian materi safety talk tentang cara mengendarai mobil sarana yang aman, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, semoga kita semua diberi keselamatan dan pekerja kita dinilai ibadah. Amin

Sumber : www.darmawansaputra.com
About Darmawan Saputra
Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*