Mengapa Harus Menggunakan Helm Safety di Dalam Unit

APD, alat pelindung diri

Penggunaan APD di Dalam Sarana (LV)Alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu kewajiban yang harus digunakan dan dirawat oleh pekerja di tempat kerja, tujuan dari penggunaan APD adalah untuk mengurangi risiko yang dapat menimpa pekerja. Di dalam Hirarki Pengendalian Risiko, APD merupakan langkah terakhir yang digunakan untuk mengendalikan risiko yang terbaca dalam Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR/HIRADC).
Dalam Group SHE di media sosial ada yang menanyakan terkait penggunaan Safety Helmet di dalam mobil sarana (Light Vehicle), padahal di dalam unit tersebut sudah terdapat seat belt dan ROPS untuk mengurangi tingkat keparahan (severity) pada saat terjadi kecelakaan.
Untuk menjawab hal tersebut, perlu ditelaah terlebih dahulu mengapa hal tersebut bisa diterapkan. Sebagai gambaran bahwa tidak semua perusahaan tambang dan industri lainnya menerapkan peraturan penggunaan helm di dalam mobil.
Apa dasar pengambilan kebijakan penggunaan safety helmet di dalam mobil?
Pengambilan kebijakan tersebut tentunya didasari dari Risk Assessment yang dilakukan perusahaan tersebut. Perusahaan menilai bahwa risiko dari aktivitas mengemudikan kendaran (mobil) belum bisa diterima (Unacceptable).
Apa fungsi dari Seat Belt dan ROPS, Kalau belum bisa menurunkan Risiko?
Pemasangan ROPS dan penggunaan Seat Belt tentunya sangat membantu dalam menurunkan risiko, penggunaan kedua kendali tersebut dapat menurunkan tingkat keparahan (severity). Hal ini berfungsi jika terjadi kecelakaan. Bagaimana kontrol terhadap benturan di kepala saat pengoperasian unit? Bagaimana benturan di kepala saat terjadi kecelakaan?
Kesimpulannya adalah penggunaan safety helmet di dalam kabin unit boleh saja asal dasarnya jelas, justru hal ini sangat bagus. Bahwa kebijakan seperti ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap Safety cukup tinggi.
Perusahaan sampai peduli terhadap  aktivitas yang memiliki Nilai Risiko rendah, dengan menganggap Nilai Risiko rendah sebagai Risiko yang belum bisa diterima (Unacceptable) menjelaskan bahwa perusahaan tersebut ingin menjaga pekerjanya sampai ke kerugian terkecil. 
Bahkan ada salah satu perusahaan yang mengharuskan driver atau operator unit menggunakan kacamatan saat mengoperasikan kendaraan, hal ini didasari karena perusahaan ingin mencegah kerusakan mata driver / operator dari lentingan kaca kabin unit jika terjadi kecelakaan.
Bersyukurlah anda sebagai pekerja yang memiliki pemilik perusahaan yang memiliki komitmen setinggi itu terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Walau kebijakan tersebut terkesan berlebihan, namun tujuan dari semua itu sangatlah baik bagi keselamatan pekerja. 
Tugas bagian K3LH harus mampu membantu perusahaan dalam menjelaskan hal tersebut ke pekerja, jangan sampai kebijakan yang baik ini ditanggapi berbeda oleh pekerja yang dikarenakan kurangnya penjelasan dari manajemen.

Sumber : www.darmawansaputra.com

About Darmawan Saputra

Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).
View all posts by Darmawan Saputra →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *