3 Hal Penyebab Timbulnya Tindakan Tidak Aman Berulang, Pendekatan ABC Model

ABC Model – Kecelakaan kerja sering dikaitkan dengan Tindakan Tidak Aman yang dilakukan oleh pekerja, bahkan menurut teori Heinrich bahwa Tindakan Tidak Aman (TTA) memegang porsi sekitar 88 % dari penyebab kecelakaan dimana yang 10 persen merupakan Kondisi Tidak Aman (KTA) dan 2 persen lainnya adalah diluar kendali manusia. Jika melihat porsi TTA yang besar maka hampir semua kecelakaan melibatkan adanya tindakan tidak aman. Bahkan beberapa praktisi menyampaikan bahwa 98% kecelakaan disebabkan oleh tindakan tidak aman, pandangan ini didasari bahwa adanya Kondisi Tidak Aman juga merupakan ulah manusia atau pekerja sehingga ini merupakan TTA.

Pendekatan perilaku dalam Keselamatan kerja, ABC Model dalam K3, Keselamatan dan kesehatan Kerja, teori perilaku pada keselamatan dan kesehatan kerja, munculnya tindakan tidak aman, penyebab kecelakaan karena perilaku

Berbagai macam jenis tindakan tidak aman sudah dijelaskan oleh Bird and Germain seperti :

  • Gagal untuk mengamankan
  • Pengoperasian dengan kecepatan yang tidak sesuai
  • Membuat peralatan safety menjadi tidak beroperasi
  • Memindahkan peralatan keselamatan
  • Menggunakan peralatan yang rusak
  • Menggunakan peralatan secara tidak
  • dan lain sebagainya

Besarnya porsi TTA dalam penyebab kecelakaan juga mendorong ilmuan untuk melakukan penelitian terhadap perilaku, salah satu pendekatan yang populer di Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah pendekatan ABC Model.

Pendekatan Perilaku dengan ABC Model

ABC Model merupakan analisis perilaku terapan yang dikemukakan oleh B.F Skinner pada tahun 1969 dan dipopulerkan oleh Thomas R Krause (1980) untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Model ini menjelaskan mengapa (activator) seseorang melakukan sesuatu (behavior) dan dampak apa yang akan diperoleh (consequence). Seperti paraa Avengers yang ada di gambar di atas memiliki dorongan menyelamatkan dunia.

Activator (pendorong/penyebab)

Pendekatan perilaku dalam Keselamatan kerja, ABC Model dalam K3, Keselamatan dan kesehatan Kerja, teori perilaku pada keselamatan dan kesehatan kerja, munculnya tindakan tidak aman, penyebab kecelakaan karena perilaku

Ada juga yang menyebutnya Antecedent (penyebab). Ini merupakan faktor yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Bisa dipengaruhi faktor internal dari dalam dirinya, maupun dari faktor ekternal.

Contoh pada perilaku tidak menjaga jarak aman saat mengoperasikan mobil karena ada dorongan berupa :

  • pengemudi merasa hebat,
  • ngejar setoran,
  • ingin cepat sampai (buru-buru)

Behavior (perilaku)

Pendekatan perilaku dalam Keselamatan kerja, ABC Model dalam K3, Keselamatan dan kesehatan Kerja, teori perilaku pada keselamatan dan kesehatan kerja, munculnya tindakan tidak aman, penyebab kecelakaan karena perilaku

Merupakan perilaku (tindakan atau ucapan) atau dengan kata lain bisa dilihat bukan lagi hanya dalam pikiran.

Perilaku ini bisa benar atau salah, tindakan aman atau tidak aman, mematuhi atau melanggar.

Dari contoh tidak menjaga jarak tadi, maka perilakunya adalah tidak menjaga jarak aman yang merupakan manivestasi dari activator yang ada.

Consequence (dampak)

Pendekatan perilaku dalam Keselamatan kerja, ABC Model dalam K3, Keselamatan dan kesehatan Kerja, teori perilaku pada keselamatan dan kesehatan kerja, munculnya tindakan tidak aman, penyebab kecelakaan karena perilaku

Merupakan dampak yang akan diperoleh akibat melakukan perilaku (behavior) yang sebelumnya muncul.

Bisa berdampak positif ataupun negative, langsung ataupun dalam waktu lama.

Contoh dari kasus tidak menjaga jarak aman maka dapat berdampak, boros bahan bakar, ditilang polisi, hampir celaka, kecelakaan yang mengakibatkan mati, kebanggaan tersendiri mampu selamat, dan lain sebagainya.

Jadi dari kasus tidak menjaga jarak aman yang dijelaskan tadi bahwa ada faktor yang mendorong seseorang (activators atau antecedent) berupa terburu-buru, ingin terlihat hebat, mengejar setoran sehingga menimbulkan perilaku (behavior) tidak menjaga jarak aman, yang bisa berdampak (consequence) pada rasa bangga karena bisa mengikuti dengan jarak dekat, hampir celaka atau bahkan mengakibatkan kecelakaan fatal.

Walaupun dorongan (activator) tadi bisa muncul karena ada faktor internal atau ekternal, namun tidak serta merta akan membuat seseorang mengambil tindakan (behavior). Hal ini sangat dipengaruhi oleh seberapa dewasa orang tersebut melihat dorongan dan dampak yang akan diperoleh. Jika pengetahuan dan kesadaran akan Keselamatan Kerja tinggi maka perilaku tidak aman tidak akan dilakukan. Namun jika kesadaran K3nya rendah maka Tindakan Tidak Aman akan muncul atau dilakukan.

Sedangkan untuk tindakan tidak aman yang dilakukan berulang ternyata bukan dipengaruhi oleh seberapa besar dorongan melainkan dipengaruhi oleh dampak (consequence) yang diterima. Pengaruh dampak terhadap seseorang akan sangat dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

1, Berdasarkan Waktu, dampak yang terjadi segera atau dampak dapat terjadi berjangka (tidak langsung)

Dampak yang langsung dirasakan setelah melakukan tindakan akan lebih memberi pengaruh kuat dari pada yang berselang.

Misal :

  • Menghidupkan korek api untuk melihat tangki bahan bakar masih berisi atau tidak dengan mendekatkan korek pada lubang isian
  • Kebiasaan merokok

Kedua perilaku ini akan memiliki pengaruh yang berbeda pada pelakunya, karena dampaknya ada yang langsung bisa dirasakan dan ada yang perlu waktu lama. Menghidupkan korek untuk melihat isi bahan bakar akan lebih cepat dampaknya karena bisa langsung dirasakan karena bisa langsung menyebabkan kebakaran atau ledakan  dibanding kebiasaan merokok.

2. Berdasarkan Kepastian, dampak yang akan dirasakan pasti atau tidak.

Dampak yang pasti akan lebih memberi pengaruh yang kuat dari pada yang tidak. Seperti contoh di atas bahwa dampak dari menguhidupkan korek pada tangki motor lebih pasti terjadi dibanding kanker akibat merokok. Inilah sebabnya kita lebih sulit mengingatkan orang yang memiliki kebiasaan merokok untuk berhenti dari pada mengingatkan orang yang mengidupkan korek api pada saat melakukan pengecekan bahan bakar.

Bahkan pada pelaku merokok tidak jarang akan memberikan alasan pembenaran seperti “Kakek saya merokok tapi tetap sehat saja sampai umur 90 tahun”

3. Berdasarkan makna, dampak yang berpengaruh positif atau dampak berpengaruh negatif.

Dampak yang positif akan lebih memberi pengaruh yang kuat dari pada yang negatif. Misal pada contoh kasus di atas bahwa orang yang merokok dinilai lebih macho dan maskulin maka pengaruhnya pada seorang perokok akan makin kuat dan menghentikan kebiasaan merokok akan semakin sulit.

Usaha yang dapat dilakukan untuk mengendalikan

  • Mempengaruhi penggerak (Activator), selalu mengingatkan pentingnya kalau kita masih dalam kondisi selamat dan sehat, bagaimana keluarga kalau pekerja cidera, bagaimana keluarga dan perusahaan jika pekerja terpapar COVID
  • Mempengaruhi dampak, memberikan gambaran dampak apa yang dapat diterima, missal dengan sharing insiden yang pernah terjadi, menceritakan sanksi yang bisa diperoleh,
  • Memperbaiki system, bagaimana prosedurnya, memperbaiki kendala yang ada, memberikan APD/Masker termasuk ketersediaannya, meniadakan KTA, reward dan punishment (perbaikan system dapat berpengaruh terhadap penggerak dan dampak)

Jangan lupa terus mengingatkan rekan kerja akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta beri gambaran dampak yang mungkin akan bisa terjadi apabila pekerja melakukan tindakan tidak aman.

NYAWA YANG KAMU SELAMATKAN, MUNGKIN SAJA NYAWAMU SENDIRI

Semoga berkah

oiya, sharing tentang Keselamatan Kerja juga kami lakukan di Instagram, silakan follow IG @darmawans_setiawan

referensi:

  1. F.A Gunawan & Waluyo. Risk Based Behavioral Safety Membangun Kebersamaan untuk mewujudkan keunggulan operasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.2015
  2. https://katigaku.top/2016/06/23/1313/
  3. https://ehsdailyadvisor.blr.com/2010/11/the-abcs-of-behavior-based-learning/
  4. https://www.hse.gov.uk/construction/lwit/assets/downloads/abc-analysis.pdf
,

About Darmawan Saputra

Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).
View all posts by Darmawan Saputra →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *