SNI 13-4123-1996 Tata pengukuran gas metana pada tambang batubara bawah tanah

Pada kegiatan penambangan batubara bawah tanah kehadiran gas-gas pengotor dm berbahaya niutlak diatasi. Gas metana sangat mudah meledak pada konsentrasi 5 s/d 15 % apabila terkena percikan api. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran konsentrasi gas metana dilokasi tempnt kerja. Untuk penyeragaman pengukuran perlu distandarkan.

Pengukuran ini mengacu pada standar Mine Safety Health Of America (MSHA)

Metode absorbsi metana yang menggunakan tabung detektor

  • Pergunakan tabung detektor dan ponipa yang masih baik. 
  • Potong kedua ujung tabung dengan alat pemotong tabung
  • masukkan tabung kedalam pompa. 
  • Isap udara densan cara menekan pompa 
  • Baca dan catat perubahan warna pada skala. 
  • Pekerjaan selesai, rapihkan peralatan.

Metode absorbsi metana yang menygunakan alat monitor gas metana disital.

  • Kalibrasikan dulu alat monitor gas metana. 
  • Tenlpatkan alat ukur pada daerah yang akan diukur. 
  • Hidupkan alat monitor gas nletana digital sanlpai pernbacaan pada alat stabil. 
  • Baca dan catat hasil pengukuran. 
  • Pekerjaan selesai, rapikan peralata

Untuk lebih jelasnya dapat dibaca pada SNI 13-4123-1996 Tata pengukuran gas metana pada tambang batubara bawah tanah

Sumber : www.darmawansaputra.com
loading...
About Darmawan Saputra
Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*