SNI 13-4125-1996 Tata pengukuran gas karbon dioksida pada tambang batubara bawah tanah

Persentase Carbon dioksida dalam udara dapat bertambah besar ditambang bawah tanah akibat proses pernapasan manusia, proses oksidasi, nyala lampu, kebakaran dan peledakan. Apabila konsentrasi C02 makin naik yang biasanya diikuti oleh penurunan persentase oksigen oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran karbon dioksida dan perlu distandarkan.

Standar ini mengacu kepada Mine Safety and Health of America

Metode absorbsi C0₂ yang menggunakan tabung detektor dildukan sebagai berikut :

  • Pergunakan tabung detektor dan pompa yang masih baik.
  • Keluarkan udara densan cara menekan pompa 
  • Potong kedua ujung tabung dengan alat pemotong tabung
  • Masukkan tabung kedalam pompa 
  • Tekan pompa sekurang-kurangnya tiga kali 
  • Baca dan catat perubahan warna pada skala 

Metode absorbsi C0₂ yang menggunakan alaf nlonitor gas C0₂ digital dilakukan sebagai berikut :

  • Kalibrasikan alat monitor C0₂ 
  • Tempatkan alat ukur pada daerah yang akan diukur 
  • Hidupkan monitor gas C0₂ digital sampai pembacaan pada alat stabil 
  • Baca dan catat hasil pengukuran

Untuk lebih jelasnya dapat dibaca pada SNI 13-4125-1996 Tata pengukuran gas karbon dioksida pada tambang batubara bawah tanah

Sumber : www.darmawansaputra.com
About Darmawan Saputra
Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*