Tema Hari Lingkungan 2018 “Beat Plastic Pollution”

Hari Lingkungan 2018 – Hari lingkungan merupakan perayaan untuk menyerukan program pelestarian lingkungan, program ini sendiri sudah dimulai sejak tahun 1974 dan sekarang sudah semakin banyak negara di dunia yang ikut memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Perkembangan dunia yang diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini menuntut peningkatan kebutuhan manusia, sehingga tidak jarang semakin banyak manusia yang hanya mementingkan kebutuhannya saja tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan, paham ini disebut dengan paham antroposentrisme.

Tahukah Anda ?

Total sampah yang ada di Indonesia mencapai 187,2 juta ton/tahun, bahkan pada tahun 2016 sendiri setiap harinya sampah dari semua kativitas mencapai 65 juta ton, hal ini sungguh sangat memprihatinkan. Belum lagi dengan sampah-sampah yang sulit terurai seperti plastik.

 

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2018

Setiap tahunnya peringatan hari lingkungan hidup sedunia mengusung tema yang berbeda-beda, fokus pada masalah lingkungan yang memprihatinkan. Pada tahun 2018 ini Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) melalui websitenya telah mengumumkan tema peringatan hari lingkungan hidup tahun 2018 adalah “Beat Plastic Pollution

Tema Hari Lingkungan Hidup Tahun 2018 “Beat Plastic Pollution”

Tema ini mengajak kita semua untuk berpartisipasi dalam mengurangi beban lingkungan akibat pencemaran plastik, langkah sekecil apapun yang kita lakukan untuk mengurangi penggunaan plastik akan sangat membantu kelestarian lingkungan.

Sebagai Tuan Rumah, India mencanangkan tema hari lingkungan hidup sedunia yaitu ” Beat Plastic Pollution” untuk mengajak kita semua merubah perilaku sehari-hari dalam penggunaan wadah plastik terutama plastik sekali pakai. Tanpa kita sadari bahwa minuman dengan kemasan plastik terjual 1 botol dalam setiap menitnya di seluruh dunia, 500 miliar kantong plastik sekali pakai (kantong kresek) dipakai setiap tahunnya di seluruh dunia dan 50 persen dari platik yang digunakan merupakan plastik sekali pakai.

Pernah terbanyang bagaimana sampah plastik ini dapat menyumbat saluran air di daerah kita dan mengakibatkan beberpa kejaidan banjir di negeri Indonesia ini. Selain itu, sampah plastik juga banyak yang masuk ke laut sehingga merusak ekosistem laut termasuk terumbu karang dan hewan laut.

Bagaimana dengan kesehatan manusia ?

Sampah plastik juga bisa masuk ke pasokan air yang kita konsumsi, dengan demikian tentu masuk ke dalam tubuh kita. Apa dampak yang dapat ditimbulkan dari plastik ? Para ilmuan masih belum yakin, namun hal penting yang perlu kita cermati bahwa plastik mengandung banyak bahan kimia yang beracun dan mengganggu kesehatan terutama hormon. Selain itu plastik juga dapat mengikat zat berbaha lainnya termasuk dioxin (senyawa kimia beracun), logam dan pestisida.

Langkah Kecil Untuk Berkontribusi Mengurangi Sampah Plastik

Berbagai macam cara yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari seperti dengan menerapkan sistem pembayaran pada setiap wadah plastik di retail, namun langkah ini sepertinya tidak begitu banyak menimbulkan perubahan. Bagi sebagian orang, membeli plastik tidak begitu menjadi masalah dengan harga yang cukup murah.

Untuk memberikan kontribusi pada pelestarian lingkungan Anda tidak perlu menunggu setiap perayaan hari lingkungan hidup sedunia (5 Juni), Anda pun bisa melakukan hal-hal kecil dalam keseharian Anda untuk ikut serta menjaga lingkungan tetap lestari seperti tidak membuang sampah sembarangan, menolak diberi kresek plastik saat membeli barang di warung dan lain sebagainya.

Berikut beberapa contoh langkah kecil yang dapat Anda lakukan dalam mendukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2018 :

  1. Membawa tas belanja Anda sendiri saat ke tempat perbelanjaan
  2. Jangan mau menggunakan sedotan, langsung minum dari gelas saja
  3. Menolak menggunakan plastik (kresek) saat belanja di warung
  4. Saat jalan melihat sampah, pungut yuk dan masukkan dalam kotak sampah

Apalagi menurut Anda yang bisa dilakukan, silakan tulis di kolom komentar..

Silakan share artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *