5 Analogi Yang Bisa Digunakan Safety Officer Untuk Meyakinkan Manajemen Perusahaan

menghitung biaya kecelakaan, konversi kerugian kecelakaan dengan penjualan, bagaimana meyakinkan manajemen tentang safety, meningkatkan budaya K3 di level menajamen, Biaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Sebagai seorang praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja tentu Anda ingin memastikan bahwa segala aspek K3 di tempat kerja bisa dipenuhi dan dijalankan, tentu semua ini memerlukan budget.. Tapi kadang misi ini tidak berjalan dengan mulus, ada kendala yang dihadapi ketika berbicara tentang biaya (budget) pada manajemen level atas.

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja kerap sekali dianggap sebagai pemborosan, baik dari segi keuangan dan waktu. Sehingga sering dibandingkan dengan program lain yang lebih berdampak pada keuntungan atau program untuk memenuhi peraturan yang jika tidak dipenuhi akan menghambat operasional.

Itu hal yang sangat lumrah terjadi ketika manajemen belum yakin bahwa biaya untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan investasi jangka panjang.. oleh karena itu, merupakan tugas Anda sebagai Safety Officer untuk menyajikan data yang dapat meyakinkan manajemen.

Untuk menyakinkan manajemen, tentu Anda harus menyajikan data yang akurat yang dapat menjelaskan secara gamblang (jelas) yang berorientasi pada “keuntungan”.

Gunakan Analogi Yang Tepat Untuk Meyakinkan Manajemen

Pada artikel sebelumnya tentang Kerugian akibat kecelakaan, sudah dijelaskan bahwa rasio perbandingan kerugian langsung dan kerugian tidak langsung bisa mencapai 1 : 53. Tentu ini bisa Anda gunakan untuk membuat simulasi-simulasi yang menerangkan betapa besarnya kerugian perusahaan jika Penerapan K3 disuatu perusahaan tidak diperhatikan..

Sajikan data-data tersebut dalam hitungan yang jelas, Anda bisa menggunakan analogi berikut:

Mewakili Berapa Persen dari Gaji Karyawan, penerapan K3LH yang buruk akan menambah biaya. Misal, biaya akibat satu kali kecelakaan yang terjadi (direct & Indirect cost) setara dengan 20% total gaji yang dibayarkan dalam 1 bulan.  

Mempengaruhi Peningkatan Jumlah Produksi, Penerapan K3LH yang buruk akan mengakibatkan gap antara jumlah produski dan keuntungan. Misal, karena terjadi kecelakaan maka kita memerlukan penambahan produksi 10% lebih banyak untuk menutupi kerugian akibat kecelakaan. Atau Anda bisa menggunakan analogi lain, seperti “pekerjaan kita 10 hari ini hanya untuk membayar kerugian akibat kecelakaan yang terjadi”.

Mempengaruhi Biaya Produksi, Jika K3LH tidak diperhatikan maka akan mengurangi biaya produksi. Misal, dari 100jt biaya produksi, 30jt diantaranya adalah biaya untuk kecelakaan. Tentu ini akan mengurangi kualitas produk yang dihasilkan atau mengurangi keuntungan.

Meningkatkan Jumlah Penjualan, Buruknya Kinerja K3LH harus dibayar dengan peningkatan jumlah penjualan agar tetap mendapat keuntungan. Misal, karena adanya kecelakaan perusahaan mengalami kerugian 100jt, untuk menutupi kerugian tersebut maka perusahaan harus menambah penjualan sebesar sekian unit agar margin keuntungan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Biaya Per Karyawan, Akibat buruknya penerapan K3LH, maka perusahaan mengalami kerugian. Biaya kerugian tersebut setara dengan biaya kesejahteraan karyawan sebesar 20jt per orang dalam setahun.

Itulah beberapa analogi yang bisa Anda gunakan untuk dapat membantu meyakinkan manajemen tentang pentingnya biaya yang digunakan untuk program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Baiklah, Saya akan menambahkan ilustrasi dengan menggunakan grafik perbandingan jumlah produksi dan biaya.

menghitung biaya kecelakaan, konversi kerugian kecelakaan dengan penjualan, bagaimana meyakinkan manajemen tentang safety, meningkatkan budaya K3 di level menajamen, Biaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Source : www.asse.org

Pada grafik di atas terlihat bahwa ketika pendapatan (revenue) setara dengan total biaya operasional (fixed cost + variable cost) akan terjadi break even (keseimbangan), sehingga perlu adanya penambahan produksi untuk meningkatkan penjualan agar didapatkan  keuntungan.

yang jadi pertanyaan adalah “Berapa besar penjualan yang harus dilakukan untuk menutupi kerugian akibat kecelakaan..?”

Pada saat melakukan investasi, tentu investor telah menentukan margin keuntungan yang diharapkan. Inilah yang akan dijadikan acuan seberapa besar tambahan penjualan yang harus dilakukan untuk menutupi kerugian akibat kecelakaan.

Sebagai contoh, Jika investor menargetkan margin sebesar 5% dari investasi yang dilakukan. Ketika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 100jt. Maka untuk menutupi kerugian tersebut, harus dilakukan penambahan penjualan sebesar Rp 2M.

Jumlah yang cukup fantastis, yang akan membuat semua manajemen berpikir berkali-kali untuk menolak budget pengelolaan K3LH. Dari mana angka Rp 2M..?

ingat…margin 5% tidak pernah bisa dirubah.. sehingga angka 2M di dapat dari (100jt /5%) x 100%.

Itulah angka penjualan yang perlu dicapai sehingga perusahaan mengalami keuntungan dengan margin tetap 5 %.

Demikian ulasan sederhana yang bisa Anda gunakan untuk memberikan data yang rasional kepada Manajemen perusahaan sehingga mereka yakin bahwa biaya yang dikeluarkan untuk keperluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan investasi. Jika mereka sudah percaya, maka mereka tidak akan berpikir panjang untuk menyetujui proposal yang Anda ajukan.

Referensi:

  1. Accident Cost- Rethinking ratios of indirect to direct cost by Fred A. Manuele
  2. http://www.nsc.org/
About Darmawan Saputra
Saya adalah Seorang Lulusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Yogyakarta, Saat Ini bekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*