Alasan Melakukan Tindakan Tidak Aman

Published by
Darmawan Saputra

Jika kita melihat hasil investigasi kecelakaan, maka faktor terbesar penyumbang kecelakaan adalah tindakan tidak aman. Banyak litelatur yang menyatakan bahwa kecelakaan disebabkan 88% oleh tindakan tidak aman, 10 % kondisi tidak aman, dan 2 % faktor lain. Namun ada juga yang menyatakan bahwa 100% penyebab kecelakaan adalah tindakan tidak aman.

Mengapa ini bisa terjadi, dan mengapa seseorang bisa melakukan tindakan tidak aman. Banyak studi yang membahas tentang faktor yang menyebabkan seseorang mengambik risiko dengan melakukan tindakan tidak aman, namun kali ini saya akan membahas tentang teori yang dilakukan oleh Ramsey. Pada hal ini, Ramsey menelaah faktor-faktor pribadi yang menyebabkan kecelakaan.

Menurut Ramsey, seseorang melakukan tindakan yang aman atau melakukan tindakan tidak aman karena dipengaruhi beberapa faktor, yaitu:

1. Pengamatan (perception)

Pada tahapan ini, seseorang akan mengamati suatu bahaya yang dapat mengancamnya. Jika orang tersebut gagal mengamati atau salah mengamati maka orang tersebut tidak akan melakukan tindakan yang aman.

2. Kognitif (cognition)

Pada tahap ini, jika bahaya sudah teramati pada tahap pertama namun orang tersebut tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman bahwa hal yang diamati tersebut dapat membahayakan bagi dirinya, maka perilaku aman pun tidak akan tercipta. Orang tersebut akan cenderung tetap melakukan tindakan tidak aman.

3. Pengambilan keputusan (decision making)

Setelah orang tersebut tahu bahaya yang ada dan dampaknya terhadap keselamatannya, maka pengambilan keputusan untuk menghindari bahaya menjadi faktor penting. Tindakan aman tidak akan tercipta jika orang tersebut tidak memutuskan untuk menghindari bahaya tersebut.

4. Kemampuan (ability)

Pada tahap ini tindakan aman juga tidak akan tercipta jika seseorang tidak memiliki kemampuan bertindak untuk menghindari bahaya yang ada.

Empat faktor tersebut merupakan suatu proses dari yang pertama sampai ke empat, jika semua berjalan baik, maka tindakan aman akan bisa tercipta. Namun, jika salah satunya tidak berjalan baik, maka tindakan tidak aman akan terus ada.

Sumber : Ridwan Z Syaaf, Bahan ajar Jurusan K3 Universitas Indonesia

Jabat Erat

Darmawan Saputra

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago