Kebocoran gas pada proses pengelasan dapat berdampak pada kebakaran atau ledakan, acetylene dan oxygen merupakan gas yang mudah terbakar, dan dapat terjadi ledakan jika proses oksidasi terjadi cepat. Kebocoran sekecil apapun dapat sangat membahayakan jika terjadi dalam ruang yang tertutup atau kurang ventilasi. Gas akan terakumulasi, apabila ada sedikit pemicu saja maka kebakaran atau ledakan akan terjadi.

Kebocoran gas sering terjadi karena pekerja lupa menutup kembali valve setelah digunakan, kurangnya pemeriksaan pada peralatan las, kurang rapatnya pada saat menutup valve. Sedihnya di Industri pertambangan penggunaan gas oksigen dan acetylene sangat banyak terutama di area perbaikan unit (bengkel/workshop).

Apapun alasan yang ada, kebocoran gas akan sangat membahayakan bagi keselamatan pekerja. Beberapa kasus kecelakaan yang disebabkan oleh ledakan gas berdampak parah pada beberapa pekerja. Untuk menghindari terjadinya korban pada area kerja kita, ada beberpa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran pada gas untuk pengelasan, yaitu:
  1. Pastikan menutup valve setelah pekerjaan selesai, atau akan meninggalkan pekerjaan untuk urusan lain ataupun istirahat. Selain itu menutup valve juga sangat diperlukan pada saat memindahkan tabung gas.
  2. Lakukan isolasi pada valve pada saat meninggalkan pekerjaan, dan lepas selang jika meninggalkan pekerjaan pengelasan pada ruang yang tertutup (kurang ventilasi).
  3. Jauhkan selang dari benda tajam, permukaan yang kasar, atau jalur lalu lintas kendaraan agar tidak terlindas.
  4. Jangan biarkan besi panas atau percikan mengenai selang
  5. Selalu periksa secara berkala pada valve/regulator, selang dan torch untuk mengetahui kebocoran lebih dini, dan memastikan peralatan selalu siap untuk digunakan.

Gambar contoh kasus ledakan tabung gas oksigen

Terus bagaimana cara melakukan pemeriksaan terhadap kebocoran gas?
Pemeriksaan secara berkala sangat diperlukan, tanamkan dalam diri setiap pekerja agar memiliki inisiatif untuk terus melakukan pemerikasaan terhadap peralatan las yang mereka gunakan. Ingat, bahwa peralatan las digunakan untuk pekerjaan yang frekuensinya tinggi, dan bahkan untuk pekerjaan yang cukup berat seperti pembongkaran denganĀ  pemotongan, atau pengelasan-pengelasan yang sifatnya berat seperti pembuatan gedung, kontruksi jembatan, ataupun bongkar pasang unit produksi dan baja. sudah sangat sewajarnya peralatan ini hasrus sering dialkukan pemeriksaan untuk memastikan kondisinya layak digunakan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap awal gilir kerja atau sebelum digunakan.

Berikut cara untuk mendeteksi adanya kebocoran gas pada pengelasan:
  1. Gunakan cairan khusus yang tidak membahayakan/bereaksi jika kontak dengan acetylene atau oksigen, akan lebih baik dengan sistem semprot karena akan sangat memudahkan dalam menggunakan.
  2. Jangan gunakan larutan yang mengandung sabun atau oli/minyak pada gas oksigen, karena dapat memicu ledakan.
  3. Jangan pernah memeriksa kebocoran gas dengan api terbuka (korek api atau pemantik las)
  4. Segera perbaiki atau ganti bagian yang mengalami kebocoran.
Jangan pernah memperbaiki selang yang bocor dengan mengikat atau membalut pada bagian yang bocor, ini tidak akan pernah menjadi solusi. Potonglah bagian yang bocor atau ganti dengan selang yang baru.
Jika kebocoran terjadi padahal valve tertutup, ada kemungkinan tabungnya yang bocor. Jika tabung gas yang bocor hal yang perlu dilakukan adalah jauhkan tabung dari sumber api, letakkan pada ruang yang terbuka agar gas cepat ke udara bebas, jauhi lokasi dan jangan beri ijin untuk orang lain mendekat kemudian segera hubungi suplier gas agar dilakukan pergantian.

Itulah beberapa langkah pencegahan kebocoran gas yang dapat dilakukan, walaupun sering kali kita jumpai banyak pekerja yang tidak melakukan atau lalai melakukan. Padahal kesalahan dan ketidaktahuan sedikit saja pada penggunaan gas untuk pengelasan dapat membahayakan pekerja dan orang yang ada di sekitarnya.

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago