Cara Mengelola Fatigue di Area Kerja

Published by
Darmawan Saputra

Pengelolaan Fatigue – Fatigue merupakan hal yang sangat penting untuk dikelola, data statistik menunjukkan bahwa kecelakaan yang disebabkan oleh fatigue cukup tinggi.

Beberapa kecelakaan mengakibatkan kerusakan harta benda, cidera pada pekerja, dan bahkan sampai kehilangan nyawa.

Dengan besarnya dampak yang ditimbulkan, maka fatigue harus dikelola dengan tujuan untuk menekan tingkat kecelakaan dan kerugian akibat kecelakaan.

Manajemen risiko fatigue dapat dilakukan untuk membuat kebijakan yang mengatur tentang fatigue dan membangun kesadaran pekerja terhadap bahaya fatigue. Perencanaan manajemen fatigue harus dilakukan apabila suatu kegiatan operasional mencakup:

  1. Tidak hanya dilakukan pada siang hari
  2. Lebih dari 48 jam dalam seminggu, termasuk lembur, keadaan emergensi, dan lain-lain.
  3. Tidak memiliki 2 hari libur selama 7 hari (seminggu)

Perencanaan manajemen fatigue juga harus dilakukan apabila bahaya Fatigue teridentifikasi pada risk assessment (HIRA/IBPR).

Apa yang harus dicover dalam manajemen fatigue?

Perencanaan manajemen fatigue harus mencakup level manajemen, staff, dan kontraktor, yang bekerja sesuai dengan waktu yang ditetapkan (roster) maupun pekerjaan yang tidak terencana seperti lembur, on call duty, dan keadaan emergensi yang mengakibatkan pekerja melebihi waktu kerja yang ditentukan.

Bagaimana mengembangkan dan mengimplementasikan manajemen fatigue?

Pada dasarnya pendekatan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan fatigue manajemen plan ini dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen yang lain yang ada pada perusahaan tersebut.

Kebijakan dan komunikasi adalah hal utama

Pengembangan dan implementasi manajemen fatigue diawali dengan pembuatan kebijakan yang mengatur tentang risiko fatigue dan membangun prosedur konsultasi. Konsultasi sangat penting dalam mengembangkan perencanaan yang efektif. Bagaimana suatu kebijakan disosialisasikan dan dimengerti oleh setiap pekerja, diatur dalam prosedur konsultasi/komunikasi. Selain itu, ini juga sangat berguna untuk mengidentifikasi peran dan tanggung jawab setiap pekerja dalam mengimplementasikan program perencanaan ini.

Pendekatan manajemen risiko yang terdiri dari identifikasi, penilaian risiko, pengendalian dan evaluasi harus dikembangkan dan diimplementasikan. hal ini akan memerlukan training sebelum program dikembangkan, dan menjadi bagian dari imlementasi.

Perencanaan manajemen fatigue harus didokumentasikan dan diimplementasikan. efektifitas dari semua kontrol harus dipantau dan dievaluasi, dan hasilnya digunakan untuk meninjau perencanaan secara teratur. Tujuannya adalah untuk menghasilkan perencanaan menejemen fatigue, untuk mengimplemantasikan rencana yang ada, dan untuk mengintegrasikan manajemen fatigue dengan sistem manajemen yang sudah ada.

Bagan alur manajemen fatigue

Kesimpulannya bahwa pengembangan dan implementasi program perencanaan manajemen fatigue memerlukan:

  1. Membuat kebijakan perusahaan
  2. Konsultasi dengan pekerja
  3. Menentukan tugas dan tanggung jawab setiap pekerja
  4. Identifikasi bahaya, penilaian risiko, kontrol dan evaluasi
  5. Dokumentasi dari perencanaan
  6. Implementasi
  7. Mengembangkan dan mengimplementasikan prosedur
  8. Review secara berkala dan perbaikan secara terus menerus

Sumber: Fatigue management plan (NSW)

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago