Plan Do Check Action (PDCA)Analisa masalah merupakan langkah ke 4 dalam Kaizen (continuous improvement), oleh karena itu jika anda belum membaca langkah 1 sampai langkah 3 (Anakonda) , sangat kami sarankan untuk membacanya terlebih dahulu. Analisa masalah bertujuan untuk menentukan sumber permasalahan yang mungkin ada dan kemudian menentukan masalah yang paling dominan. Tools yang digunakan dalam analisa masalah cukup banyak diantaranya yang cukup banyak digunakan adalah diagram fishbone atau diagram sebab akibat. 

Diagram Fishbone atau juga sering disebut dengan diagram sebab akibat merupakan tools yang dikembangkan oleh seorang ilmuan Jepang yang bernama Dr. Kaoru Ishikawa sehingga diagram ini juga sering disebut dengan diagram Ishikawa.
Ada 5 faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat Diagram Fishbone yaitu 4M + 1E (Man, Methode, Machine, Material, dan Environment), namun 5 hal tersebut tidak menjadi keharusan. Setiap bidang usaha bisa menerapkannya dengan menyesuaikan bidang usahanya masing-masing, misalkan Bidang pemasaran akan lebih familiar dengan istilah 4P (Product, Price, Place, Promotion). Bidang usaha yang bergerak di bidang jasa akan akrab dengan 4S (Surroundings, Suppliers, Systems, Skills). Sekali lagi kami tekankan bahwa faktor diatas tidaklah mengikat, sehingga diagram fishbone dapat diterapkan dalam segala jenis bidang usaha.
Pembuatan diagram fishbone diawali dengan menuliskan masalah utama yang sedang dialami dan ingin dicari solusinya. Kemudian langkah selanjutnya adalah menganalisa penyebab-penyebab sekunder dan tersier sampai ke akar masalahnya. Untuk mendapatkan akar masalah gunakan pertanyaan “mengapa” sebanyak 5 kali (5 Why), Penyebab terakhir yang muncul merupakan sumber penyebab.
Berikut contoh pembuatan diagram Fishbone:
Contoh 1:
Pic/Universitas Ciputra/Diagram Fisbone
Contoh 2:
Pic/Finance/Fishbone Diagram
Setelah didapat penyebab terakhir dari tulang ikan terkecil, langkah selanjutnya adalah memverifikasi masalah. Tools yang sering digunakan dalam verifikasi masalah adalah Pareto dan Scatter. Namun banyak yang akrab dengan pareto. Lakukan brainstorming dengan tim improvement untuk mendapatkan score dari masing-masing penyebab, dan buatkan pareto untuk mencari penyebab mana yang paling dominan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
PIC/Bahan Training Astra/Pareto
Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

2 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

5 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

6 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

6 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

7 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago