Gap Analysis Antara Inspeksi dan Penyebab Kecelakaan

Published by
Darmawan Saputra
Tidak dipungkiri bahwa inspeksi merupakan salah satu cara untuk meminimalkan adanya deviasi di area kerja dengan harapan dapat mengurangi tingkat kecelakaan. Namun pernah kah dilakukan analisa yang mendalam terkait hubungan keduanya (inspeksi dan penyebab kecelakaan).
Sebagai praktisi K3 sudah sangat tidak diragukan lagi bahwa kita pasti melakukan analisa mengenai penyebab-penyebab kecelakaan, statistik kecelakaan ini akan disajikan dalam bentuk tren-tren kejadian dan penyebab yang sering muncul dalam satu bulan atau periode tertentu. Statistik ini memberikan acuan bagi perusahaan untuk merencanakan suatu program atau meningkatkan program yang sudah ada. Jika kita melihat teori kecelakaan yang ada bahwa hampir 80 % lebih kecelakaan disebabkan oleh Tindakan tidak aman, ada sebagian juga yang menyatakan bahwa penyebab kecelakaan adalah 100 % disebabkan oleh Tindakan tidak aman.
Kalau kita sering membuat analisa data kecelakaan, tentu nilai persentase di atas tidak bisa dipungkiri lagi kebenarannya. Kecelakaan yang terjadi di area kerja paling banyak disebabkan oleh TTA (Tindakan Tidak Aman).
Namun, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah “Sudahkah Anda Menganalisa Hasil Inspeksi di Area Kerja Anda..?”
Cobalah untuk menganalisa temua-temuan inspeksi yang anda lakukan atau semua inspeksi yang ada di area kerja baik yang dilakukan tim K3 atau oleh seluruh pengawas. Buatlah statistik seperti statistik penyebab kecelakaan yaitu dengan membedakan Inspeksi yang objeknya Tindakan tidak aman dan Inspeksi yang objeknya Kondisi tidak aman.
setelah melakukan analisa terkait inspeksi dan penyebab kecelakaan, kemudian bandingkan kedua statistik itu. Apakah ada korelasi antar ke-duanya, atau saling bertentangan antar keduanya (penyebab kecelakaan didominasi tindakan, ternyata inspeksi lebih fokus ke kondisi). Jika kita melakukan analisa di kedua data ini (inspeksi dan penyebab kecelakaan), akan memberikan beberapa manfaat, diantaranya:
  1. Melihat korelasi antara inspeksi dan penyebab kecelakaan.
  2. Bisa memberi masukan untuk inspeksi yang selanjutnya, agar bisa memperbaiki penyebab kecelakaan yang terjadi.
  3. Melihat kompetensi pekerja yang melakukan inspeksi (kepekaan).
Jika di area kerja anda sudah menunjukkan korelasi yang baik antar ke-dua statistik tersebut, berarti langkah yang diambil sudah baik. Jika hasil ke-duanya bertentangan maka perlu melakukan perubahan-perubahan tentang pola inspeksi.

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

4 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

7 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

7 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago