Human Error Yang Sering Mengakibatkan Kecelakaan Fatal

Published by
Darmawan Saputra

Kecelakaan Kerja – Dunia Industri tidak lepas dari adanya kecelakaan, terutama industri pertambangan. Bidang industri yang memiliki karakteristik risiko tinggi (high risk) ini masih terus menyumbang beberapa kecelakaan di seluruh Indonesia yang diantaranya kecelakaan yang berakibat mati pada pekerja (fatality). Faktor perilaku manusia masih memegang peranan penting terhadap terjadinya kecelakaan tersebut, data statistik menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan masih didominasi oleh tindakan tidak aman. Beberapa kesalahan manusia yang sering mengakibatkan kecelakaan fatal dikelompokkan seperti di bawah ini:


Gagal Memahami Peringatan
Gagal memahami peringatan disebabkan karena pekerja kurang pengetahuan, peringatan-peringatan bahaya dan tanda-tanda bahaya yang muncul tidak dimengerti dan kurangnya diidentifikasi. Tingkat pemahaman ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman pekerja, pelatihan, dan rambu-rambu.

Pekerja yang telah memiliki banyak pengalaman akan lebih peka dalam membaca potensi bahaya yang ada dalam pekerjaannya, selain itu pelatihan juga sangat diperlukan agar pekerja memiliki kompetensi. Namun, untuk memudahkan pekerja baru dalam memahami bahaya adalah dengan adanya acuan kerja seperti prosedur dan juga rambu-rambu (safety sign).

Kurang pemahaman terhadap bahaya dan peringatan-peringatan yang ada sangat berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan. 

Gagal Bereaksi Terhadap Bahaya Yang Ada

Tidak berusaha melakukan perbaikan atau menghilangkan bahaya yang ada di area pekerjaannya merupakan salah satu hal yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan, 

Gagal Untuk Mengenali Peringatan Yang Dirasakan

Memaksakan tetap bekerja saat kondisi tubuh mengalami kelelahan, tanda-tanda alami dari tubuh sering diabaikan dengan berbagai alasan. Hal ini sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan berakibat fatal, terutama pada pekerja yang mengoperasikan kendaraan. 

Meremehkan Bahaya

Berbeda dengan tidak memahami peringatan yang ada, meremehkan bahaya dilakukan oleh pekerja yang telah mengetahui bahaya-bahaya yang ada di pekerjaannya namun tidak memperdulikan, sikap seperti ini biasanya sering muncul pada pekerja yang telah memiliki pengalaman yang cukup lama. Kalimat yang sering muncul adalah “ahh..tidak apa-apa, saya biasa ngerjain seperti itu dan tidak terjadi apa-apa”.

Sumber : H.S Dhillon, Mine Safety- A modern Approach
Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

4 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

7 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

7 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago