Kebakaran dan Ledakan Ban Saat Digunakan

Published by
Darmawan Saputra
Tyre Safety – Ban alat-alat berat yang digunakan dalam industri pertambangan tidak jarang mengalami kebakaran atau ledakan. Ledakan atau kebakaran ini tentunya akan sangat membahayakan baik bagi pengemudi ataupun pekerja lain yang ada di sekitarnya (seperti mekanik saat maintenance). Selain membahayakan keselamatan pekerja, tentunya kejadian ledakan dan kebakaran ban akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Penyebab utama terjadinya kebakaran atau ledakan pada ban adalah panas yang terjadi pada ban atau panas yang berkembang dari bagian-bagian lain seperti rim, baut, dan bagian lain yang bergesekan. Selain itu penyebab lain yang dapat mengakibatkan ledakan ban adalah tingkat kekerasan dari tekanan udara dalam ban.
Sebagai contoh, panas yang ditimbulkan dari rim atau baut pada velg yang kendor dapat menjadi pemicu meningkatnya suhu pada ban,  selain itu temperatur dapat meningkat dengan adanya sumber lain seperti:
  • Energi listrik yang disalurkan ke ban saat terjadi sambaran petir, atau kontak dengan kabel bertegangan listrik.
  • Penggunaan sistem pengereman yang tidak benar .
  • Kerusakan akibat kecepatan yang salah dan pembebanan yang berlebih.
Penyebab Kebakaran dan Ledakan Ban

 Penyebab terjadinya kebakaran pada ban alat-alat berat yang sering muncul adalah:

  1. Kesalahan pada sistem pengereman (Brake problems)
  2. Terjadinya masalah pada motor penggerak pada ban (wheelmotor problems)
  3. Ceceran fuel pada ban
  4. Pengelasan pada velg atau rim
  5. Kebakaran yang merupakan dampak dari terjadinya ledakan
  6. Kondisi ban yang tidak layak dan kualitas ban yang tidak bagus
Pencegahan terjadinya Kebakaran dan Ledakan Ban
Kebakaran ban sebenarnya dapat dicegah apabila kita telah mengetahui penyebab-penyebabnya, untuk dapat melakukan pencegahan terhadap kebakaran ban pada alat-alat berat dapat dilakukan hal-hal berikut:
Gunakan Oli Hydroulic yang Fire-Resistant
Jika memungkinkan gunakanlah oli atau cairan hidrolik yang berbahan tahan terhadap api atau tidak mudah terbakar, karena api dapat dipadamkan jika tidak ditambah dengan adanya cairan-cairan atau oli hidrolik yang menjadi bahan bakarnya. Tentunya oli atau cairan hidrolik ini akan menjadi pemicu kebakaran karena lebih mudah terbakar dibanding ban.
Gunakan Sensor Suhu
Lakukan pengecekan secara berkala terhadap kondisi suhu ban, terutama pada saat unit telah dioperasikan dengan jumlah jam tertentu.
Sediakan Alat Pemadam Api
Padamkanlah api selagi kondisinya amsih kecil, jika api sudah membesar akan sangat sulit dipadamkan mengingat sangat banyak sekali bagian-bagian dari unit yang dapat berperan sebagai bahan bakar.
Gunakan Nitrogen
Walaupun tidak menjamin dapat mencegah terjadinya ledakan atau kebakaran, namun nitrogen dapat meminimalisir terjadinya proses oksidasi akibat penggunaan oksigen dalam pengisian udara di ban.
Gunakan Pembumian
Sambaran petir sangat mungkin terjadi di area penambangan, untuk mencegah terjadinya ledakan ban dapat dilakukan dengan memberikan penyalur petir yang dihubungkan dari body unit ke bumi. Ini berfungsi menyalurkan energi listrik agar tidak terdistribusi ke ban. (bisa menggunakan rantai besi yang dikaitkan ke body dan sampai menyentuh tanah).
Pelatihan Kepada Karyawan
Berikan pelatihan tanggap darurat kepada pengemudi dan seluruh pekerja yang terlibat dalam perbaikan unit tentang potensi bahaya dan cara melakukan pencegahan, serta bagaimana bersikap saat terjadi kondisi darurat seperti kebakaran ban. Lakukan pelatihan kepada seluruh pekerja yang terlibat mengenai penggunaan alat pemadam api.
Sumber: Tyre safety, fires and explosions, Safety and Health Division, Department of Industry and Resources, Western Australia 

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago