Kesalahan dalam Membuat JSA

Published by
Darmawan Saputra
Sebagian besar dari kita tentunya sudah sangat terbiasa melihat atau menggunakan JSA (Job Safety Analysis) , karena bentuknya yang sederhana JSA sangat mudah untuk dipelajari dan dibuat. Namun ada beberapa hal yang perlu kita ketahui, bahwa banyak sekali dari kita yang masih melakukan beberapa kesalahan dalam pembuatan JSA.

Adapun kesalahan terbanyak dalam pembuatan JSA adalah:

  • Salah dalam menulis jabatan. hal ini sering ditulis dengan jabatan atasan yang membuat JSA itu sendiri, seharusnya yang ditulis adalah jabatan anak buah.
  • Salah dalam penulisan APD. Alat pelindung diri yang wajib dipakai oleh pekerja harus ditulis semua di bagian form (header), seperti helm, sepatu, kacamata, rompi. Untuk APD yang ditulis pada tahapan pengendalian adalah APD khusus yang dipakai pada tahapan pekerjaan, seperti pemakaian pelindung muka untuk pekerjaan menggurinda, ,menggunakan kacamata las pada saat pengelasan.
  • Penggunaan kata “PASTIKAN”. Penggunaan kata “pastikan” sering kita jumpai di semua pengendalian pada setiap langkah. Seharusnya kata “pastikan’ digunakan untuk pengendalian yang tidak bisa dilakukan seorang diri oleh pekerja sehingga harus melibatkan orang lain.

  • Tidak jelas dalam menulis potensi bahaya. Hal ini sering kita jumpai di beberapa JSA, menulis bahaya yang ada dengan “terjepit, terpukul, terjatuh,dan lain-lain”. Seharusnya hal ini ditulis dengan lebih lengkap “jari tangan terjepit diantara …..”, “tangan terjepit mesin yang berputar”, dan lain-lain


Itu adalah beberapa kesalahan dalam pembuatan JSA, untuk mengetahui lebih lengkap dapat dilihat pada rangkuman kesalahan terbanyak dalam pembuatan JSA.

Sila klik disini untuk mendownload: Kesalahan dalam Membuat JSA

Sumber: bahan ajar training JSA dan Diklat Pengelolaan K3 Pertambangan
Jabat Erat
Darmawan Saputra
Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

2 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

5 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

6 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

6 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

7 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago