Konsep Lean Thinking Dalam Safety

Published by
Darmawan Saputra

Lean Thinking – Konsep Lean Thinking sudah banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, konsep ini dengan mengurasi hal-hal yang tidak perlu (waste) untuk mendapatkan value yang lebih banyak. Makna Lean sendiri tidak bisa diartikan secara tepat, jika mengacu ke kamus bahasa inggris makna lean adalah kurus, langsing. Namun dalam Lean Thinking, makna lean bukanlah kurus atau langsing. Menjadi Lean adalah suatu proses dengan meniadakan atau mengurangi hal yang tidak diperlukan (waste) untuk menciptakan Nilai (value) bagi pelanggan. Sehingga dalam artikel kali ini, kata Lean tidak akan tetap ditulis lean (tidak dalam arti Indonesia). Pelanggan yang dimaksud adalah semua orang atau bagian yang menerima hasil dari pekerjaan yang kita lakukan.

Langkah-langkah menjadi Lean :

Identifikasi Nilai (Identify Value)

Langkah awal agar menjadi Lean adalah dengan mengidentifikasi keinginan-keinginan yang diharapkan oleh pelanggan (customers). Tanyakan sejelas-jelasnya value apa yang diharapkan agar pekerjaan yang akan dilakukan terarah sesuai  dengan keinginan pelanggan, termasuk kapan value atau product tersebut akan digunakan.

Sebagai contoh, sebagai praktisi K3 sering diminta data statistik kecelakaan oleh atasan atau departemen lain. Tanyakan secara detail bentuk data yang diminta, kapan data akan digunakan, untuk kegiatan atau acara apa dan siapa yang menghadiri. Hal ini sangat diperlukan agar tampilan data sesuai dengan level pekerja yang menghadiri acara tersebut. 

Buat Bagan Alurnya (Flow Chart)

Langkah yang selanjutnya adalah membuat bagan alur aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan value yang diinginkan pelanggan. Jika mengacu ke contoh di atas, maka bagan alur ini menggambarkan hal-hal apa saja dan aktivitas apa saja yang diperlukan selama membuat data statistik kecelakaan seperti meminta laporan hasil investigasi, membuat resume data kecelakaan dan membuat data statistik.


Sederhanakan Alur Process (smooth the flow)

Lihat Flow Chart yang telah dibuat sebelumnya, apakah ada proses yang dapat dikurangi sehingga prosesnya lebih cepat dan lebih lean. Hilangkan proses-proses yang tidak perlu yang dapat menghambat kesesuaian data (value) dengan waktu yang diperlukan atau waktu yang diminta pelanggan. Proses yang tidak perlu ini biasanya muncul karena ketidakjelasan identifikasi nilai (value) yang diharapkan pelanggan dan menunggu konfirmasi-konfirmasi dari bagian lain.

Sebagai contoh, dalam menyusun data statistik kadang kita akan menunggu laporan hasil investigasi dari departemen atau perusahaan lain. contoh lain adalah menunggu balasan email dari departemen atau pelanggan terkait data yang kita kirimkan.

Hal-hal di atas tentunya akan sangat menghambat ketepatan waktu penyajian data sesuai dengan keinginan pelanggan. Untuk itu perlu dihilangkan semua bentuk menunggu diatas dengan “jemput bola”. Jemput bola disini bisa dilakukan dengan langsung mendatangi departemen tersebut,  resume insiden selalu dibuat setelah kecelakaan telah diinvestigasi, dan memperjelas data yang diinginkan pelanggan. 

Menyerahkan Value/Product  ke Pelanggan

Sampaikan produk atau value yang diinginkan pelanggan sesuai dengan waktu yang diinginkan, jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lama. Jika data statistik diinginkan pada hari senin jam 10:00 wib, maka serahkan data tersebut ke orang yang meminta pada jam tersebut (kalaupun lebih cepat setidaknya rentang waktunya tidak terlalu besar). 

Lakukan Penyempurnaan

Lakukan penyempurnaan secara terus menerus terhadap proses, apa yang harus dilakukan untuk mencapai value, siapa yang harus melakukan, dan bagaimana hal tersebut dilakukan.

Konsep Lean thinking ini tujuannya adalah meminimalisasi hal-hal yang tidak perlu (waste) untuk menghasilkan nilai (value) sebaik-baiknya. Dalam Keselamatan Kerja juga akan banyak hal-hal yang membuat tidak lean, banyak proses-proses yang tidak perlu yang menjadi waste. Waste yang sering banyak adalah adanya approval (persetujuan) yang tidak perlu sehingga prosesnya terlalu lama sampai suatu pekerjaan di-action.

Konsep Lean thinking dapat dipadukan dengan Total Quality Management (TQM) dan Continuous Improvement untuk menghilangkan pemborosan (waste) sehingga mencapai kepuasan pelanggan.

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago