Categories: Coretan Kecil

Kosongkan Gelas

Published by
Darmawan Saputra


Dalam artikel sebelumnya tentang instruktur egois vs peserta egois dan peran antagonistelah disebutkan bahwa kita harus mengosongkan gelas terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran. Namun, hal ini ternyata tidak hanya untuk proses belajar mengajar saja, pada saat diskusi pun kita harus mengosongkan gelas.

Gelas disini kita ibaratkan sebagai wadah yang menampung pengetahuan kita, jika wadah ini kita biarkan penuh, maka ilmu-ilmu baru tidak akan mampu masuk ke diri kita. Gelas yang penuh akan membuat si empunya merasa sudah memiliki pengetahuan, hal ini yang akan menghambat ilmu baru masuk ke diri kita.

Begitu banyak kita lihat orang-orang debat kusir pada saat diskusi, hal ini tidak lain dikarenakan semua pihak tidak mau mengosongkan gelasnya. Mereka bersikukuh dengan pendapat masing-masing.

Jika hal ini terjadi, diskusi yang dilakukan akan keluar dari topik yang ingin dituju (out of topic). Dan semakin jauh lagi, mereka akan saling menjatuhkan pendapat yang lain, terus berbicara walaupun arah pembicaraannya sudah tidak menentu, yang lebih parah banyak orang yang tidak bisa mengontrol dirinya untuk terus bicara walaupun tidak menguasai materi.

Dalam suatu diskusi yang perlu kita ingat adalah latar belakang dan tujuan apa yang akan kita capai, oleh karena itu semua anggota harus berusaha mencapai tujuan tersebut. John C Maxwell pernah berkata “Sasaran itu jauh lebih Penting daripada Peran”. Bukan jamannya lagi ingin dipuji mempunyai peran lebih, bukan jamannya lagi berkata “itu karena ada saya’, “itu dulu saya yang membangun”.

Mari kita mulai merendahkan ego kita untuk mau mengosongkan gelas, jadikan ilmu dan pengetahuan kita sebagai dasar untuk memberikan pendapat yang membangun, untuk menciptakan ide, dengan tetap menghargai pendapat orang lain.

 

Jabat erat

Darmawan Saputra

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

9 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

10 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago