Mengatasi Sedimentasi Lumpur dengan Geotube

Published by
Darmawan Saputra

Geotube Dewatering Technology – Padatan tersuspensi pada air limbah produksi tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kualitas air yang akan dibuang ke badan air, oleh karena itu perlu adanya instalasi khusus untuk dapat mengendapkan material tersuspensi tersebut seperti settling pond, atau jenis IPAL lainnya, Pada kegiatan industri yang menggunakan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) seperti industri pembuatan minyak goreng, dan Industri pertambangan biasanya selalu ada pembersihan kolam-kolam endapan agar sedimen-sedimen lumpur tidak mengganggu kualitas air yang akan dikeluarkan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi  konsentrasi sedimen lumpur pada kolam pengendapan, seperti melakukan pengerukan manual secara berkala, namun untuk kapasitas kolam endapan yang cukup luas tentunya cara ini akan sulit dilakukan. Teknologi geotube merupakan salah satu solusi untuk dapat mengurangi sedimentasi lumpur yang tidak mungkin dilakukan pengerukan dengan menggunakan excavator.
Geotube merupakan teknologi pengerukan lumpur pada kolam-kolam pengendapan dengan menggunakan pompa dredger (kapal keruk), kemudian lumpur yang tercampur dengan air ini akan dipompa ke wadah-wadah yang berbentuk karung besar (tube) melalui pipa. Sebelum sampai ke karung-karung besar tersebut, air yang dipompa tersebut dicampur dengan menggunakan cairan kimia khusus yang berfungsi untuk mempercepat proses pengendapan (flokulan).
Flokulan akan mengakibatkan padatan tersuspensi yang memiliki diameter sangat halus ini membentuk flog-flog atau koloni karena saling mengikat, sehingga mengakibatkan massanya akan semakin bertambah yang akan menyebabkan padatan tersuspensi ini mengendap.
Wadah besar yang digunakan untuk menampung air yang mengandung padatan tersuspensi ini memiliki pori-pori halus yang masih memungkinkan air dapat meresap keluar, sehingga padatan tersuspensi atau lumpur-lumpur tersebut akan terperangkap di dalam tube tersebut.
Air yang keluar dari pori-pori wadah (tube) akan mengandung TSS yang sangat kecil, karena lumpur atau padatan terlarut terperangkap dalam tube tersebut dan dalam beberapa hari akan mengering. Wadah-wadah besar yang berisi lumpur kering ini dapat dimanfaatkan sebagai penahan timbunan (disposal) atau sering digunakan sebagai bendungan di laut.

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

4 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

7 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

7 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago