Orang Itu Ada di Sana

Published by
Darmawan Saputra


Siapa “orang itu” dan kenapa dia ada di sana? 

Pertanyaan ini bisa bermakna positif juga bisa bermakna negative, bermakna pisitif jika yang dibicarakan adalah orang yang kita kagumi, dan sebaliknya akan bermakna negative jika yang dibicarakan adalah orang yang tidak kita sukai.

Teman-teman semua, pernah kah kita merasa bahwa kita selalu diperhatikan oleh seseorang yang mungkin menjadikan kita serba salah. Serba salah disini bisa berarti serba salah karena kita mengagumi sosok tersebut, atau sebaliknya kita serba salah karena merasa risih. Saya pikir kita semua pasti pernah merasakan salah satu dari itu, kadang kita mengagumi seseorang yang dengan tanpa alasan tertentu kita akan sangat merasa canggung atau gerogi saat dekat atau bertemu dengan orang tersebut. Namun, pada situasi lain kita malas atau bahkan risih karena kehadiran seseorang.

Pada kondisi tertentu orang-orang yang kita kagumi, yang menurut kita mempunyai kemampuan dapat membawa perubahan pada diri kita dan kelompok kita akan menghadirkan kepercayaan dalam diri kita bahwa “ada orang yang bertanggung jawab yang sedang bekerja disana”. Walaupun belum tentu orang tersebut dapat menyelesaikan semua masalah yang ada, namun ketika ada masalah atau hambatan maka orang-orang disekitarnya tidak akan khawatir, karena mereka yakin bahwa “orang itu ada di sana, sedang bekerja dan  sedang menyelesaikan masalah tersebut”. Tipe orang ini biasanya akan terlihat berkharisma, walaupun mereka tidak menunjukkan keinginan untuk dihormati. Saat dia bicara, orang disekitarnya akan merelakan meninggalkan apa yang sedang dikerjakan untuk mendengarkan dia bicara. Bicaranya akan tertata, dan penuh dengan makna dan pengetahuan.

Namun sebaliknya, orang-orang yang sering lari dari masalah akan menghilangkan kepercayaan pada orang-orang disekitarnya dan akan banyak menimbulkan kalangan pesimistis. Tidak ada kenyamanan atas kehadirannya, dan bahkan akan dianggap menambah masalah. Tipe orang seperti ini biasanya Lebih banyak bicara dari pada action, lebih banyak menyalahkan dari pada memberi solusi, dan cenderung akan sering diabaikan oleh orang disekitarnya saat berbicara, orang-orang disekitarnya akan berkata “ngapain orang itu datang, mending pergi aja”.

Mana yang akan kita pilih, mau menjadi orang yang dikagumi dan dipercaya atau sebaliknya mau menjadi orang yang dianggap menambah masalah.


Jabat Erat

Darmawan Saputra

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

4 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

7 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

7 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

7 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

8 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago