Pencegahan Kecelakaan

Penyebab kecelakaan yang sering kita dengar adalah 88% tindakan tidak aman, 10% kondisi tidak aman, dan 2% adalah diluar kuasa manusia. Kecelakaan selain dapat menimbulkan kerugian materi juga sangat berpengaruh terhadap image perusahaan, oleh karena itu banyak program kerja yang dilakukan perusahaan untuk menekan tingkat kecelakaan.
 
 
 
Tindakan tidak aman sangat berkaitan erat dengan perilaku (attitude), dan perilaku sangat dipengaruhi oleh faktor internal (genetic) dan external (lingkungan). Untuk merubah perilaku seseorang akan membutuhkan usaha yang sangat besar, karena setiap pekerja memiliki karakter yang berbeda. Sehingga untuk memahami semua karakter akan sangat sulit, apalagi pada perusahaan dengan jumlah karyawan yang besar.
 
Pencegahan kecelakaan yang berorientasi pada meniadakan perilaku yang tidak aman akan sangat sulit dicapai, dikarenakan jumlah pengawas jauh lebih sedikit dari jumlah pekerja. Sehingga tidak semua pekerjaan dapat diawasi secara penuh oleh pengawas.
 
Bagaimana dengan program pendekatan personal unutk merubah perilaku? Silahkan dilakukan kalau masih yakin akan hasil yang akan dicapai. Namun, pernahkan direview program itu, jangan sampai membuat program yang kita sendiri tidak dapat mengukurnya. Hari ini kita lakukan sosialisasi kecelakaan yang telah terjadi pada area kerja kita pada karyawan lainnya, dengan harapan karyawan yang disosialisasikan tidak melakukan hal yang sama seperti pelaku kecelakaan. Dalam kurun waktu sehari, mungkin masih teringat jelas, 2 hari masih ingat, 3 hari sudah samar-samar, seminggu lupa, sebulan sudah berganti topik baru yang dibicarakan. Begitu terus sampai perusahaan berhenti beroperasi, dan tetap saja perilaku tidak aman akan selalu ada.
 
Penyebab kecelakaan yang selanjutnya adalah diluar kuasa manusia (takdir) sebesar 2%, apakah bisa kita rubah? tentu saja tidak, kita hanya bisa menjalaninya penuh keikhlasan dan mempersiapkan untuk bekal kelak di sana (red: Akherat)
 
Salah satu yang sangat mungkin kita lakukan adalah dengan meniadakan kondisi tidak aman. Kondisi tidak aman merupakan keadaan substandar pada area kerja yang dapat membahayakan atau mengakibatkan kecelakaan pada pekerja.
 
Dengan meniadakan kondisi tidak aman, secara tidak langsung kita juga bisa merubah perilaku seseorang. Seseorang yang bekerja pada area dengan housekeeping yang buruk, akan cenderung bekerja dengan semau-maunya dan akan cepat mengalami stress dan dapat menciptakan kondisi tidak aman lainnya. Namun, seseorang yang bekerja pada area yang tertata rapi akan lebih nyaman dan sungkan untuk membuat berantakan.
 
Meniadakan kondisi tidak aman di area kerja sangat mungkin dilakukan dan dapat diukur pencapaiannya.
 
 
Sumber : www.darmawansaputra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *