environment

Pengelolaan Air Tambang

Published by
Darmawan Saputra

 

Pengelolaan Air Tambang– Aktivitas penambangan memang tidak bisa dipisahkan dengan air tambang, baik tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. Air tambang sendiri bisa berasal dari air tanah yang keluar akibat proses penambangan dan atau air larian (run off) dari hujan yang menagalir di permukaan tanah. Menurut Kepmen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik bahwa Air tambang adalah air yang berada di lokasi dan/atau berasal dari proses kegiatan pertambangan, baik penambangan maupun pengolahan, termasuk air larian di area penambangan.

 

Pic/Pixabay

Keberadaan air tambang di area penambangan tentu akan sangat mengganggu pergerakan tambang jika tidak dikelola dengan baik, namun juga tidak bisa langsung dilakukan pemompaan ke badan air secara langsung karena akan mengganggu kualitas air yang ada di badan air, oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan secara baik di fasilitas penampungan (sump) dan juga fasilitas pengelolaan (settling pond) agar keberadaan air tambang tidak sampai mengganggu aktivitas penambangan dan juga tidak mengakibatkan perubahan kualitas air.

  1. Fasilitas penampungan air tambang, serta fasilitas pengendapan memiliki kapasitas sekurang-kurangnya 1,25 (satu koma dua puluh lima) kali volume air tambang pada curah hujan tertinggi selama 84 (delapan puluh empat) jam;
  2. Pengendalian isi fasilitas penampungan dan pengelolaan air tambang dilakukan apabila telah terisi 80% (delapan puluh persen) atau lebih dari kapasitas penampungan sesuai ketentuan pada pada angka 2;
  3. Pengendalian isi fasilitas penampungan dan pengelolaan air tambang meliputi pengerukan sedimentasi, pemompaan sedimentasi, peningkatan kapasitas pompa, dan/atau penambahan kapasitas fasilitas penampungan dan/atau pengelolaan air tambang;
  4. Dalam hal terjadi air larian yang tidak terkendali, kegiatan penambangan yang terpengaruh dihentikan kecuali kegiatan untuk penanganan air larian;
  5. Jarak minimal fasilitas pengendapan ke tepi terluar penambangan sekurang kurangnya 500 (lima ratus) meter atau berdasarkan kajian teknis;
  6. Pengelolaan air tambang meliputi: melakukan inventarisasi dan evaluasi secara berkala terhadap sumber air tambang, pembuatan sistem penyaliran air tambang; dan pemeliharaan fasilitas penanganan air tambang;
  7. pemeliharaan fasilitas meliputi: pengerukan saluran penyaliran; perbaikan saluran penyaliran; perkuatan dinding dan dasar saluran; pemeliharaan kolam penampungan dan pengurasan sedimentasi pada kolam pengendapan; dan pemeliharaan dan perawatan pompa dan jaringan pipa.

Air selalu menjadi tantangan bagi kegiatan usaha pertambangan baik dari segi kemajuan tambang maupun isu-isu lain seperti lingkungan dan masyarakat, sistem pengelolaan air tambang harus benar-benar dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang dapat menghambat kegiatan pertambangan. Sistem pengelolaan air tambang disajikan dalam bentuk peta dan tabel yang memuat :

  1. saluran penyaliran dan arah penyaliran;
  2. lokasi, dimensi, dan kapasitas fasilitas penampungan dan pengelolaan air tambang;
  3. jumlah dan kapasitas pompa yang mempertimbangkan debit air tambang; dan
  4. data curah hujan dan durasi hujan yang diukur secara terus-menerus sejak dimulainya kegiatan kontruksi

 

Referensi :

Kepmen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik

Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago