Perencanaan Untuk Bekerja di Atas Ketinggian

Published by
Darmawan Saputra
Bekerja di atas ketinggian-Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan pada pekerjaan di atas ketinggian adalah kurangnya perencanaan yang baik dalam melakukan pekerjaan.

Pekerjaan berisiko tinggi ini yang semestinya bisa direncanakan, karena beberapa alasan menjadi tidak terencana dan terkesan berjalan dadakan.

Perencanaan pada pekerjaan di atas ketinggian bertujuan untuk :

Menentukan potensi bahaya yang ada pada pekerjaan tersebut, dan menentukan kendali apa yang sesuai untuk meminimalkan risiko.
Dalam perencanaan kerja untuk bekerja diatas ketinggian, ada beberpa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

Identifikasi Bahaya

Untuk mengetahui bahaya apa saja yang ada pada pekerjaan di atas ketinggian yang akan dilakukan, perlu dilakukan pemeriksaan yang meliputi:
  • Pemeriksaan fisik : Periksa seluruh area dimana pekerjaan akan dilakukan, bawa check list dan catat semua kemungkinan yang dapat mengakibatkan pekerja mengalami kecelakaan.
  • Prosedur : Apakah prosedur yang terkait pekerjaan tersebut telah dipenuhi dan dipahami oleh semua pekerja. Apabila memerlukan ijin khusus, apakah sudah mendapat tanda tangan dari orang-orang yang berhak menandatangani.
  • Kasus kecelakaan sebelumnya : cari tahu apakah pernah ada kecelakaan sebelumnya terkait pekerjaan yang sama seperti yang akan dikerjakan, jika ada pelajari penyebabnya,
Penilaian Risiko

Tahap ini menjelaskan tentang seberapa besar risiko dari pekerjaan yang akan dilakukan, apabila pekerja terjatuh akan mengakibatkan keparahan yang seperti apa, apakah luka ringan, patah tulang, atau meninggal.

Semakin besar risiko yang teridentifikasi, maka pengendalian yang harus dilakukan harus mampu meminimalkan risiko yang ada. Oleh karena itu, dalam menilai risiko ini sangat tergantung pada orang yang menilai. Kesalahan dalam melakukan penilaian akan sangat berdampak pada kesiapan pengendalian.

Pengendalian Bahaya

Bahaya-bahaya signifikan yang teridentifikasi harus dikendalikan untuk melindungi pekerja dari kecelakaan. Pengendalian yang dapat bisa berupa eliminasi, isolasi, atau meminimalkan tingkat keparahan (baca : bekerja di Ketinggian).

Eliminasi adalah cara terbaik dalam pengendalian risiko, Salah satu bentuk meng-eliminasi bahaya adalah dengan tidak melakukan pekerjaan tersebut, namun tidak melakukan apa-apa bukanlah pilihan yang baik
Lakukan pengendalian yang mungkin dilakukan, apakah pekerjaan tersebut dapat dilakukan dari bawah dengan menggunakan alat tertentu sehingga tidak perlu naik ke atas, apakah konstruksinya bisa dilakukan di bawah dan kemudian diangkat keatas, adakah alat bantu yang dapat digunakan (seperti scafolding atau platform, tangga portable), bisakah tingkat keparahannya diturunkan (jika menggunakan fall arrest, harness, net, atau air bag).

Monitoring

Pendekatan yang telah dilakukan harus dipastikan keefektifannya sepanjang pekerjaan tersebut berlangsung untuk menjamin tidak adanya sedikitpun kelalaian atau penyimpangan yang dapat mengakibatkan kontrol / pengendalian tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan /inspeksi secara berkala, sosialisasi pada pekerja, dan pengawasan.

Dokumentasi

Semua berkas perencanaan seperti HIRA/IBPR, Ijin kerja, bukti komunikasi dan pengendalian yang telah dilakukan harus tersimpan dengan rapi. Hal ini bertujuan untuk pengendalian dokumen, selain itu ini sangat diperlukan apabila ada pemeriksaan kecelakaan.
Itulah beberpa langkah perencanaan untuk bekerja di atas ketinggian. Begitu tingginya risiko dari pekerjaan ini, maka jangan sampai gagal dalam merencanakan.

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

4 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

7 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

7 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago