Perlukah Kompetensi POP Bagi Seorang Safety Officer

Published by
Darmawan Saputra

Training Bagi Petugas Keselamatan Kerja – Beberapa hari yang lalu, kami mendapatkan pertanyaan dari rekan di salah satu group SHE mengenai perlu tidaknya Kompetensi Pengawas Operasional Pertama (POP) bagi seorang Petugas K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Di dunia industri Pertambangan memang ada beberapa kompetensi yang diwajibkan oleh KAIT (Kepala Inspektur Tambang) seperti POP (pertama), POM (madya), dan POU (utama). Nah,, yang jadi pertanyaan “apakah seorang safety officer perlu mempunyai seluruh atau sebagian kompetensi yang disyaratkan tersebut?”

Jika kita mencermati secara mendalam, bahwa Kompetensi-kompetensi tersebut dikhususkan bagi Seorang pengawas. Kemudian timbul pertanyaan kembali “Safety officer pengawas atau bukan?”. Sesuai dengan Kepmen 555 Tahun 1995 tentang K3 Pertambangan Umum, antara pengawas dan Bagian K3 dibedakan tugas dan tanggung jawabnya.Pada regulasi tersebut Pengawas yang dimaksud adalah Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis yang tigas dan tanggung jawabnya dijabarkan pada Pasal 12 dan 13, sedangkan Safety Officer (bagian K3) tugas dan tangungjawabnya bukan mengawasi seperti yang tertera dalam pasal 24.
Tidak ada yang mewajibkan bahwa Safety Officer harus memiliki kompetensi POP, POM, dan POU. Namun, tidak menutup kemungkinan Bagian K3 akan terjun ke Lapangan dan memberikan advice kepada pengawas-pengawas lapangan. Oleh karena itu, jika memang ada kesempatan untuk mengikuti Diklat atau Training POP maka ikutilah. Hal ini akan menambah wawasan dan menjadi dasar ketika Bagian K3 memberikan masukan kepada Para Pengawas Lapangan.
Selain itu juga, sebagian perusahaan Pertambangan di Indonesia masih mensyaratkan POP sebagai salah satu kompetensi jika ingin melamar pekerjaan.
Kesimpulannya, bahwa POP tidak wajib bagi seorang Safety Officer. Namun ada baiknya mengikuti sebagai tambahan wawasan dan akan mempermudah dalah memberikan pengarahan kepada pengawas di lapangan. Mengingat bahwa ada beberapa materi terapan di dalam Diklat POP seperti Membuat JSA, Inspeksi dan Observasi, serta Investigasi. Sebagai tambahan Informasi bahwa Pusdiklat Minerba juga sudah mengeluarkan program Diklat Pengelolaan K3 Pertambangan yang dikhususkan bagi Petugas K3 perusahaan.

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago