Categories: Coretan Kecil

Sumbang Angan

Published by
Darmawan Saputra

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti sering bertemu dengan suatu masalah, namun akan sangat berbeda cara menanggapi antara satu orang dengan orang yang lainnya. Sebagian orang akan fokus mencari solusi dan sebagian lagi akan fokus pada masalah.
Orang-orang yang fokus pada solusi akan bisa berkembang dengan adanya masalah, namun sebaliknya orang-orang yang fokus ke masalah akan semakin terpuruk. Tanpa kita sadari banyak sekali orang yang menjalani hidupnya sebagai pecundang, yang hanya fokus pada masalah. Setiap ada masalah orang tersebut akan mengeluh dan menyalahkan orang lain.
Ciri-ciri orang yang fokus pada masalah adalah sering mengeluh, hari-hari diisi dengan keluhan namun tidak pernah mencari solusi. Dengan berbagai dalih untuk terus membenarkan keluhannya tersebut. Orang-orang semacam ini kan menggantungkan nasibnya ke orang lain.
Keluhan demi keluhan akan terus bergulir, angan-angan dan harapannya untuk kondisi lingkungan yang baik akan selalu ada. Namun, tanpa disadari dia akan terus ada dalam belenggu keluhan dan sumbang angannya itu. Karena orang atau kondisi yang dikeluhkan pun belum tentu peduli dengan keluhannya, dan jangan-jangan memang yang dikeluhkan sudah berada pada posisi nyaman. Sehingga tidak akan pernah mau tahu tentang keluhan orang-orang disekitarnya. Orang-orang yang hanya sumbang angan-angan akan terus merugi, sementara orang yang dikeluhkan tetap akan tidak peka. Apakah mau terus begini ? mari kita mulai untuk Fokus pada Solusi.
Jangan pernah bergantung pada orang lain, cari orang yang bisa diajak diskusi dan mampu membimbing kita agar bisa keluar dari kondisi sumbang angan. Lakukan kegiatan yang dapat menambah pengetahuan dan mungkin income kita, dari pada mengeluhkan kondisi atau orang yang tidak peka atas semua itu.
Ini sudah terjadi,,,terus apa yang mau kamu lakukan? Mau terus mengeluh atau mau menambah pengetahuan biar bisa buat modal cari tempat lain….
Kalau masih bertahan dan mampu merubah, mari kita rubah. Kalau tidak mengapa harus terus diracuni oleh keluhan. Kita harus ‘Move On’, masih banyak tempat atau komunitas yang bisa menambah wawasan kita. Jangan biarkan kita rugi waktu karena terus-terusan berada di tempat seperti itu.

Jabat erat

Darmawan Saputra S

Sumber : www.darmawansaputra.com
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago