Safety

Tindakan Tidak Aman dan Kondisi Tidak Aman, Apa Saja dan Berapa Porsinya?

Published by
Darmawan Saputra

Tindakan Tidak Aman dan Kondisi Tidak Aman – Kecelakaan kerja menjadi indikator penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, sering disebut sebagai indikator akhir (lagging indicators) dari penerapan kaidah K3 di tempat kerja, sedangkan untuk indikator awal/proses (leading indicators) adalah program K3. Tingginya jumlah kecelakaan di tempat kerja mengindikasikan kurang memadainya penerapan kaidah K3 sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kecelakaan untuk mengetahui penyebabnya dan perlu dilakukan analisa statistik sebagai dasar pembuatan kebijakan dan program K3.

The International Loss Control Institute Loss Causation Model

Untuk menjelaskan secara sistematis tentang proses terjadinya kecelakaan tentu kita tidak asing dengan Model model penyebab kerugian (loss causation model) yang dikemukakan oleh Frank E. Bird & Germaine (1985). Teori diadobsi dari Teori Domino Heinrich (Heinrich’s Domino Theory-1931).

Dalam melakukan pemeriksaan kecelakaan, tahapan dimulai dari melihat adanya kerugian dan diteruskan ke insiden sampai ke kurangnya kendali (lack of control). Saat terjadi kecelakaan maka perlu dilakukan pencatatan data dan fakta yang mencakup people, part, position, papper. Hal ini untuk membantu proses analisa terjadinya kecelakaan.

Penyebab Langsung (Immediate Cause)

Merujuk pada loss causation model di atas , maka tahapan selanjutnya adalah penyebab langsung (immediate cause), bahwasanya kecelakaan terjadi karena ada penyebab langsung yang berupa Tindakan Tidak Aman dan Kondisi Tidak Aman. Penyebab ini merupakan yang langsung menyebabkan kecelakaan terjadi, atau dari beberapa sumber disebutkan bahwa penyebab langsung adalah yang dapat dilihat. Manifestasi dari Tindakan Tidak Aman dan kondisi tidak aman ini bisa langsung terlihat atau dirasakan. Berikut beberapa contoh Tindakan Tidak Aman dan Kondisi Tidak Aman.

Tindakan Tidak Aman (Unsafe Act)

  1. Mengoperasikan tanpa otoritas
  2. Gagal memperingatkan
  3. Gagal mengamankan
  4. Beroperasi pada kecepatan yang salah
  5. Membuat alat pengaman tidak berfungsi
  6. Menggunakan alat yang rusak
  7. Memakai alat pelindung diri secara tidak benar
  8. Penempatan yang salah
  9. Pengangkatan yang salah
  10. Posisi kerja yang tidak aman
  11. Becanda, main-main
  12. Melakukan perbaikan alat dalam kondisi beroperasi
  13. Mabuk/pengaruh alkohol
  14. Gagal mengikutiprosedur
Kondisi Tidak Aman (Unsafe Condition)
  1. Pelindung/pembatas tidak memadai
  2. APD tidak memadai
  3. Peralatan, sarana atau material yang rusak
  4. ruang kerja yang sempit
  5. Kurangnya sistem peringatan
  6. Bahaya kebakaran dan ledakan
  7. Buruknya kebersihan/kerapihan
  8. Kebisingan
  9. Kondisi lingkungan berbahaya (kabut, debu, temperatur, dan lain-lain)

Porsi Tindakan Tidak Aman dan Kondisi Tidak Aman

Besaran persentase Tindakan Tidak Aman dan Kondisi Tidak Aman dalam kecelakaan memang sudah banyak dilakukan penelitian seperti yang dilakukan Heinrich bahwa dari 75.000 sampel klaim asuransi ditemukan bahwa 88 % penyebabnya adalah Tindakan Tidak Aman, 10 % Kondisi Tidak Aman dan 2 % diluar kendali manusia.

Porsi ini menjelaskan bahwa faktor dominan dari penyebab kecelakaan adalah Tindakan Tidak Aman sebesar 88 %, namun tentunya ini bukan satu-satunya literasi. DuPont mengemukakan bahwa 96 % penyebab kecelakaan adalah Tindakan Tidak Aman dan 4% adalah penyebab lain. Hampir sama, keduanya menyatakan bahwa Tindakan tidak aman memegang peranan dominan dalam penyebab langsung kecelakaan. Tindakan tidak aman ini akan dilakukan kembali jika ada 3 hal yang dijelaskan pada ABC Model.

Demikian artikel ini, sangat disarankan untuk melihat litrerasi lainnya karena memang keterbatasan pengetahuan penulis.

Semoga berkah

oiya, sharing tentang Keselamatan Kerja juga kami lakukan di Instagram, silakan follow IG @darmawans_setiawan

referensi:

  1. F.A Gunawan & Waluyo. Risk Based Behavioral Safety Membangun Kebersamaan untuk mewujudkan keunggulan operasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.2015
  2. https://core.ac.uk/download/pdf/5066215.pdf
  3. http://www.ohsbok.org.au/wp-content/uploads/2013/12/32-Models-of-causation-Safety.pdf
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment

View Comments

  • Terimakasih pak Darmawan sangat membantu ketika menentukan KTA TTA ketika melakukan investigasi

Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

9 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

10 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago