Safety

Memahami Konteks Organisasi Dalam Sistem Manajemen

Published by
Darmawan Saputra

Konteks Organisasi ISO 14001- Suatu perusahaan yang menerapkan Sistem Manajamen Lingkungan harus menentukan konteks dimana organisasinya beroperasi, hal ini bertujuan agar organisasi tersebut dapat terus membangun dan memperbaiki Sistem Manajemen yang diterapkan yang disesuaikan dengan kondisi dimana organisasi tersebut beroperasi.

Di dalam menentukan konteks tentu tidak lepas dari masalah internal dan eksternal yang dapat berpengaruh terhadap keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang tercantum di dalam visi dan misi organisasi. Tujuan yang dimaksud merupakan tujuan organisasi dalam menerapkan sistem manajemen, misal peningkatan kinerja lingkungan (environmental performance), pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi (compliance obligations) dan pencapaian tujuan lingkungan (Objective).

Namun tujuan itu tidak serta merta, organisasi juga bisa menetapkan tujuan yang lebih seperti melampaui persyaratan (beyond).

Memahami konteks sangat penting bagi suatu organisasi karena akan sangat berpengaruh terhadap operasional organisasi dan produk yang dihasilkan.

Apa Itu Isu Dalam Sistem Manajemen Lingkungan?

Isu adalah topik penting bagi organisasi, masalah untuk debat dan diskusi, atau perubahan keadaan yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan sesuai dengan yang ditetapkan organisasi dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan.

Untuk mengetahui apakah isu tersebut penting atau tidak, beberapa hal ini dapat dipertimbangkan:

  1. Apakah hal tersebut merupakan pendorong utama atau tren, misal berkaitan dengan kondisi lingklungan atau kekhawatiran pihak yang berkepentingan.
  2. Apakah hal tersebut dapat menghadirkan masalah bagi lingkungan dan organisasi
  3. Apakah hal tersbut dapat dimanfaatkan untuk hal yang menguntungkan (termasuk inovasi untuk peningkatan kinerja lingkungan)
  4. Apakah hal tersebut bisa menghadirkan keunggulan bagi organisasi termasuk didalamnya mengurangi biaya dan meningkatkan citra perusahaan.

Organisasi yang ingin menerapkan atau memperbaiki penerapan Sistem Manajamen Lingkungan harus meninjau kembali konteksnya untuk mendapatkan pengetahuan tentang isu-isu yang relevan yang dapat mempengaruhi sistem manajemen lingkungan.

Berikut beberapa contoh eksternal isu dan internal isu:

Ekternal Isu Dalam Menentukan Konteks Organisasi

  1. Politik, bagaimana politik yang ada di daerah dimana organisasi beroperasi, bagaimana campur tangan politik terhadap oragnisasi yang ada
  2. Ekonomi, ketersediaan bahan baku seperti bahan bakar, infrastruktur dan transportasi
  3. Kompetisi, ada atau tidaknya organisasi serupa di daerah tersebut
  4. Sosial, bagaimana isu sosial di daerah tersebut, etnik, isu jender, termasuk tingkat pendidikan masyarakat sekitar
  5. Budaya, situs budaya yang ada di daerah organisasi didirikan, dan kearifan lokal lainnya termasuk ritual keagamaan

Internal Isu Dalam Menentukan Konteks Organisasi

  1. Gaya dan Budaya Organisasi, misal usaha keluarga, perusahaan swasta, perusahaan terbuka, dan lain sebagainya
  2. Sistem informasi, tata cara dan alur pengambilan keputusan baik masalah formal maupun informal, termasuk kecepatan waktu penyelesaian masalah
  3. Kepatuhan terhadap hukum, bagaimana status kepatuhan dan tren dalam pemenuhan
  4. Kebijakan, tujuan dan strategi, bagaimana kebijakan, visi dan misi organisasi dan ketersediaan sumberdaya untuk mencapainya
  5. Hubungan dengan pemangku kepentingan

Itulah beberapa contoh eksternal dan internal isu dalam menentukan konteks organisai, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di ISO 14004. Selain kedua isu tersbut, kondisi lingkungan termasuk kejadian yang dapat mempengaruhi aktivitas, produk dan layanan organisasi juga perlu untuk dilakukan identifikasi seperti :

  • Informasi Meteorologi, hidrologi dan ekologi
  • Informasi bencana yang pernah terjadi di daerah organisasi beroperasi
  • Laporan audit sebelumnya termasuk rona awal dan siklus hidup
  • Ijin lingkungan
  • Hasil monitoring lingkungan
  • Laporan kecelakaan yang berdampak terhadap lingkungan

Metode yang digunakan untuk menentukan konteks sebaiknya menggunakan cara yang sederhana namun bisa memberikan gambaran kepada organisasi untuk merencanakan, menerapkan dan menjalankan sistem manajemen lingkungan. Sehingga mudah adalam menetapkan ruang lingkup penerapan sistem manajemen lingkungan dan menentukan risiko dan peluang yang pelu ditangani

Sumber : ISO 14004-Environment Management System-General Guidelines on implementation
Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

5 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

8 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

8 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

9 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

10 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago