Safety

Fatigue Pada Pengendara Unit Produksi, Kenapa Sulit Dikendalikan ?

Published by
Darmawan Saputra

Pengelolaan fatigue – Fatigue pada pekerja memang menjadi salah satu tantangan dalam usaha menekan jumlah kecelakaan kerja, pasalnya walaupun sudah dilakukan program-program keselamatan kerja untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan pada pekerja, ternyata kecelakaan tersebut masih juga terjadi. Ada beberapa hal yang menyebabkan sulitnya mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh fatigue sehingga masih saja terus terjadi, yaitu:

Sumber : Pixabay

1. Faktor Penyebab Fatigue

Fatigue tidak selalu disebabkan oleh faktor pekerjaan saja, penyebab fatigue bisa disebabkan oleh faktor yang berkaitan dengan pekerjaan dan juga faktor yang diluar pekerjaan. Sebagian besar organisasi masih fokus pada pengelolaan fatigue yang berkaitan dengan pekerjaan saja, namun belum bisa menyentuh ke faktor yang di luar pekerjaan.

Baca juga : Fatigue

2. Fatigue Tidak Selalu Tentang Kelelahan Fisik

Fatigue bisa disebabkan karena kelelahan fisik dan juga kelelahan mental (psikis), adanya permasalahan yang dihadapi pekerja juga dapat menyebabkan pekerja fatigue. Untuk mendeteksi kelelahan fisik saja belum bisa 100% terdeteksi, apalagi untuk dapat mendeteksi kelelehan mental yang pada dasarnya tidak tampak kecuali pekerja tersebut memberikan informasi kepada pengawas atau atasannya.

3. Faktor Kejujuran Pekerja

Menjelaskan keselamatan Kerja memang bisa diibaratkan menjelaskan surga dan neraka, hanya bisa diterima oleh orang yang memiliki keyakinan. Yang menjadi tantangan adalah sebagian besar masyarakat kita masih menggantungkan keselamatan pada “Nasib”. Bisa kita tanyakan pada pekerja yang mengalami kecelakaan, hampir sebagian besar menjawab “ya…sudah nasib saya Pak” atau yang lebih parah “yahhh…memang lagi kena apes saja Pak, biasanya juga tidak apa-apa”.

Masyarakat kita atau pekerja pada khususnya masih banyak yang tidak menyadari bahwa tindakan yang dilakukan bisa mengakibatkan kecelakaan, termasuk tidak jujur dalam menyampaikan bahwa mereka kurang tidur atau dalam kondisi tidak siap bekerja (fisik dan mental).

4. Pengemudi Unit Produksi Hanya Sendiri Di Dalam Unit

Sebagian besar unit bergerak produksi dioperasikan oleh seorang pengemudi tanpa ada yang menemani, hal ini juga yang menyebabkan kebosanan pada pekerja selama mengoperasikan unit. Operator akan mudah mengalami fatigue (terutama mengantuk) saat pekerja diam saja hanya mengoperasikan unit sehingga otak tidak diajak bekerja. hal yang sering dirasakan oleh pekerjaan adalah pekerjaan mengoperasikan unit produksi adalaj pekerjaan yang sangat monoton.

5. Penumpang Sibuk dengan Gadget

Berbeda dengan unit produksi, pengemudi unit sarana (light vehicle) lebih beruntung karena membawa penumpang. Sayangnya walaupun membawa penumpang, tidak jarang juga driver masih saja mengalami kantuk dan kecelakaan. Mari kita lihat kondisi saat ini, banyak sekalu pengguna (penumpang) unit Light Vehicle yang asik dengan handphonenya saja tanpa ada kedekatan dengan driver.

Sehingga saat memasuki mobil, penumpang hanya bicara pada awal masuk saja untuk meyampaikan tujuannya kemana, setelah itu mereka akan sibuk dengan gadget tanpa mengajak ngobrol pengemudi. Hal ini akan berdampak sama dengan point nomor 4 di atas, driver akan cepat mengalami kelelahan saat hanya melakukan olah kendali unit saja tanpa ada kegiatan mengobrol yang bisa mentriger otak untuk terus bekerja. Hal lain yang lebih parah adalah penumpang tidur selama perjalanan.

6. Pengelolaan Fatigue yang Kurang Baik

Pengelolaan fatigue memegang peranan yang penting untuk bisa mengendalikan kecelakaan karena kelelahan, namun masih banyak juga kebijakan-kebijakan yang menyebabkan pengelolaan fatigue kurang berjalan maksimal, misal : Adanya kebijakan yang berat ketika pekerja izin karena sedang tidak siap bekerja (fatigue), hal ini menyebabkan pekerja enggan atau takut untuk melaporkan kondisi kelelahannya.

Baca Juga : Cara Mengelola Fatigue di Area Kerja

Selain itu, adanya insentif ketika pekerja mampu bekerja dengan maksimal. Bahaya dari kebijakan ini juga tidak kalah besarnya dengan kebijakan pertama (izin fatigue), karena juga bisa mendorong pekerja tidak melaporkan kondisi fatigue yang dialami agar bisa tetap mengoperasikan unitnya.

Itulah beberapa hal yang bisa menyebablan sulitnya kecelakaan fatigue untuk bisa dikendalikan, namun harus tetap diusahakan secara maksimal karena ini sangat berkaitan dengan hak pekerja untuk bisa bekerja dengan selamat walaupun tantangannya akan besar.

Darmawan Saputra

Saya adalah Pekerja di Salah Satu Perusahaan Pertambangan Batubara. Saya Lahir Di Salah Satu Daerah Di Kotabumi (Lampung Utara).

Leave a Comment
Share
Published by
Darmawan Saputra

Recent Posts

Komunikasi Kebijakan – Sub Elemen 1.4 SMKP Minerba

Komunikasi kebijakan SMKP Minerba - Artikel kali ini melanjutkan sharing mengenai Sub elemen 1.4 dari…

4 months ago

Byford Dolphin Insiden Yang Menegaskan Bahwa “Orang Terbaik Pun Bisa Salah”

human error; human failure; kegagalan manusia; byord dolphin; keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, K3…

7 months ago

Akankah Gap Antara Prosedur dan Praktik Kerja Bisa Hilang di Tempat Kerja?

Pemeriksaan Kecelakaan - Kecelakaan Kerja menjadi salah satu risiko yang harus dikendalikan oleh organisasi untuk…

7 months ago

Anda Personil K3 ? Sering Bereaksi Seperti ini Ketika Menghadapi Kecelakaan Kerja

Reaksi Saat Menghadapi Kegagalan - Kita semua pernah mengalami kegagalan atau mengetahui kegagalan orang lain,…

8 months ago

Penilaian Tingkat Pencapaian Kinerja Keselamatan Pertambangan

Kinerja Keselamatan Pertambangan - Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP Minerba) telah dijalankan sejak dikeluarkan Permen…

9 months ago

Masih Memakai Piramida Kecelakaan Heinrich ? Mungkin Anda Perlu Berpikir Ulang Mulai Sekarang

Piramida Kecelakaan - Sebelum masuk ke pembahasan, pertama penulis ingin membuat disclaimer yaitu Heinrich adalah…

1 year ago